
Photo
JawaPos.com- Kecelakaan tunggal kembali terjadi. Minggu pagi (12/9) sebuah mobil Daihatsu Ayla dengan nopol W 1526 AQ nyungsep di selokan kompleks Perumahan Pondok Permata Suci (PPS) 2, Kecamatan Manyar, Gresik. Tepatnya, di selokan depan klaster Permata Optima. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos, sekitar pukul 08.00 WIB, mobil putih itu melintas di kompleks perumahan. Kendaraan itu ditumpangi pasangan suami istri (pasutri) dan seorang anaknya yang masih SD. Kabarnya, yang mengemudikan Ayla itu adalah sang istri. ‘’Belajar mengemudi,’’ kata Sunari, salah seorang sekuriti perumahan.
Sang istri duduk di belakang kemudi. Suami berada di sisi sampingnya. Lalu, si anak laki-laki kelas III SD itu duduk di jok belakang. ‘’Tiba-tiba mobil meluncur kencang ke arah kanan. Lalu, masuk selokan dan berhenti. Mungkin karena masih mengemudi, injak rem keliru injak pedal gas. Jadi, mobil tidak terkendali,’’ ujarnya.
Selokan itu cukup besar. Berada di median jalan utama perumahan. Lebarnya sekitar 3 meter dengan kedalaman 2 meter. Bodi mobil itupun nyungsep. Kepala di bawah, Bagian belakangnya menyembul. Ketika terjerembab, proses evakuasi pasutri dan anak itupun berlangsung dramatis. Sekuriti dibantu dengan beberapa warga yang sedang melintas, bergegas membantu keluarga malang tersebut.
Mereka lantas dikeluarkan satu per satu dari jendela belakang sisi kiri. Pertama anaknya lebih dulu. Kemudian sang suami dan istri. Saat mengeluarkan keluarga asal Giri, Kecamatan Kebomas, itu warga sangat hati-hati. Jika tidak, bisa-bisa bodi mobil akan terperosok semuanya ke dalam selokan. ‘’Alhamdulillah, pasutri dan anaknya, selamat. Kalaupun luka, terlihat luka ringan sekali. Mungkin hanya syok. Kaget,’’ ungkapnya.
''Sandal saya ketinggal di mobil,'' ujar sang anak. Tiga penumpang itupun diminta beristirahat di pos sekuriti, sembil menunggu kendaraan derek. Sejumlah warga yang sedang gowes pagi pun berupaya memberikan pertolongan. ‘’Kami sudah menghubungi jasa kendaraan derek,’’ ujar M. Zubaidi, warga yang sedang bersepeda.
Pemandangan mobil nyungsep itu menarik perhatian banyak pengguna jalan. Banyak yang menyempatkan berhenti sesaat untuk mengambil gambar. Bahkan, yang mengherankan, beberapa warga menggunakan view mobil kecelakaan itu untuk selfie. Mereka pun diobrak oleh sekuriti.
Akses jalan di perumahan PPS 2 itu memang kerap menjadi pilihan untuk belajar mengemudi mobil. Maklum, kawasan itu masih terbilang sepi. Akses jalan utama sangat lebar. Sebetulnya, pihak pengembang sudah melarang. Di sejumlah sudut jalan terpasnag baliho larangan. Yakni, untuk tidak belajar mengemudi di kawasan tersebut. Sebab, bisa membahayakan pengemudi maupun pengguna jalan. Namun, tetap saja ada yang nekat. Bahkan, warga yang berasal dari luar kecamatan.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto menyatakan, warga yang berlatih mobil mesti menggunakan jasa kursus mengemudi lebih dulu. Dengan demikian, mendapat bekal pengetahuan seputar mobil sebelum praktik dan ada instruktur yang mendampingi. Selain itu, kendaraan untuk latihan itu sudah dikondisikan lebih aman. Misalnya, ada rem dobel dan sejenisnya.
‘’Kalau nekat belajar sendiri, sangat rentan. Bukan hanya membahayakan diri sendiri, melainkan juga orang lain. Apalagi belum mahir, tanpa pendampingan langsung ke jalan raya. Sangat bahaya,’’ kata Arief.
Yang lebih penting lagi, lanjut dia, jangan berkendara sebelum memiliki surat izin mengemudi (SIM). ‘’Untuk mendapatkan SIM itu, di Polres Gresik juga sudah ada coaching clinic,’’ pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
