Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juli 2021 | 19.49 WIB

Sebulan, Pasien Aktif Covid-19 di Jatim Naik Lima Kali Lipat

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com – Imbauan agar warga Jawa Timur (Jatim) makin waspada dengan situasi pandemi virus korona saat ini cukup beralasan. Sebab, pertambahan kasus baru selama sebulan terakhir sangat tinggi.

Bahkan, dalam dua hari terakhir, provinsi di ujung timur Pulau Jawa ini mencatatkan rekor tambahan kasus. Pada Rabu (7/7) tercatat ada 1.468 kasus baru. Kamis (8/7) tambahannya melonjak lagi. Menjadi 2.551 kasus. Itu yang tertinggi sejak pandemi terjadi awal 2020.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril mengatakan, tingginya pertambahan kasus disebabkan temuan pasien terpapar di tingkat kabupaten/kota yang cukup tinggi. Kemarin ada empat daerah dengan pertambahan di atas seratus kasus. ”Yakni Ngawi, Tuban, Banyuwangi, dan Kota Blitar,” ucap dia.

Dampaknya, jumlah pasien aktif positif meningkat. Kini mencapai 13.294 orang. Jumlah itu berbanding jauh dengan situasi pada pertengahan Juni lalu. Pasien aktif masih di angka 2.000 orang lebih. Artinya, dalam sebulan, jumlahnya melonjak hampir lima kali lipat.

Bukan hanya tambahan kasus baru, yang juga mengkhawatirkan adalah lonjakan pasien meninggal akibat Covid-19. Dua hari lalu sebanyak 89 orang. Kemarin melonjak hingga 194 orang. Yang paling banyak terjadi di Tuban. Sebanyak 30 pasien meninggal dunia.

Sebelumnya tak pernah sebanyak itu. Mentok terbanyak lima kasus. Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban Bambang Priyo Utomo menyebutkan, angka itu bukan data dalam sehari. ”Ini data beberapa hari yang baru keluar,” terangnya.

Daerah lain dengan tambahan kematian tertinggi adalah Banyuwangi. Kemarin 17 pasien meninggal dalam kurun waktu 24 jam. ”Dalam beberapa hari terakhir terjadi peningkatan angka kematian yang cukup tinggi,” ungkap Kepala Dinkes Banyuwangi dr Widji Lestariono.

Fenomena meningkatnya kasus kematian dipicu banyaknya pasien yang baru dibawa ke rumah sakit dalam kondisi parah. Rata-rata mereka sudah mengalami sesak napas. Meski sudah menjalani perawatan intensif di ruang ICU, nyawa mereka tak bisa diselamatkan karena virus sudah menyerang ke paru-paru. ”Mereka juga memiliki riwayat komorbid,” kata Rio, sapaan Widji Lestariono.

Baca Juga: IDI Sebut Ada 212 Dokter di Surabaya Positif Covid-19 sejak Awal Kasus

Di sisi lain, meski sudah meningkatkan kapasitas bed isolasi, rumah sakit tak memiliki cukup banyak ventilator. Pasien yang sudah masuk kategori parah tak bisa tertangani dengan maksimal. Sementara itu, yang sedikit melegakan adalah jumlah pasien sembuh yang juga terus bertambah banyak meskipun masih kalah dengan lonjakan kasus baru. Kemarin 1.291 orang dinyatakan negatif Covid-19.

Produksi Plasma Konvalesen Makin Sulit


SALAH satu solusi untuk menangani para pasien yang terpapar Covid-19 adalah melalui plasma konvalesen. Namun, sejauh ini, upaya itu belum bisa maksimal. Sebab, produksi plasma yang diambil dari para penyintas tersebut belum sebanding dengan lonjakan kasus baru.

Kini upaya percepatan produksi plasma konvalesen bertambah sulit lagi. Pemicunya adalah kebijakan penyekatan di jalur-jalur protokol di berbagai daerah di Jatim, khususnya Surabaya.

Kebijakan tersebut berimbas terhadap upaya percepatan produksi plasma konvalesen. Sebab, banyak unit transfusi darah (UTD) tingkat kabupaten/kota tak bisa melakukan skrining sampel darah di Surabaya yang menjadi satu-satunya daerah pemilik alat nucleic acid testing (NAT) di Jatim.

Sekretaris PMI Provinsi Jatim Edi Purwinarto menyatakan, sebagian UTD tak bisa melakukan skrining karena adanya penyekatan tersebut. Saat ini solusi sedang dicari. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak sudah berkoordinasi dengan forkopimda. ”Khususnya untuk memberikan akses UTD agar bisa masuk ke Surabaya,” terangnya.

LONJAKAN KASUS BARU DI JATIM

Pertambahan kasus baru: 2.551 kasus

Jumlah kasus kumulatif: 187.175 kasus

Jumlah pasien sembuh baru: 1.291 orang

Pasien sembuh kumulatif: 158.780 orang

Pasien meninggal baru: 165 orang

Pasien meninggal kumulatif: 13.458 orang

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore