
TUNGGU SKRINING: Sejumlah pekerja migran menunggu di Asrama Haji Sukolilo. Mereka harus menjalani karantina sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing. (Robertus Risky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Gelombang kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jawa Timur masih terus berlangsung. Hingga tadi malam, lebih dari 3.636 PMI telah masuk.
Semua PMI menjalani tracing dan isolasi di RS Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya. Tercatat, sedikitnya 33 orang di antara mereka terkonfirmasi positif dan menjalani perawatan di RS Lapangan Indrapura.
Namun, yang melegakan, hingga kemarin belum ditemukan virus varian baru dari India, Inggris, dan Afrika Selatan. ”Pengambilan sampel sudah dilaksanakan. Hingga kini belum ada varian baru yang terdeteksi masuk,’’ kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Dia menjelaskan, kepastian tersebut didapat setelah Lembaga Penyakit Tropis (ITD) Unair melakukan penelitian terhadap 109 sampel dari seluruh daerah. Dari jumlah itu, 86 sampel sudah diunggah ke Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).
Satgas Covid-19 Jawa Timur dr Makhyan Jibril terus berkoordinasi dengan ITD Universitas Airlangga. Dia menjelaskan, ITD Unair selalu mengambil sampel dari pasien di berbagai daerah. ”Dari sampel itu diketahui urutan RNA-nya,’’ katanya.
Selanjutnya, diketahui identitas sampel tersebut. Hasil identifikasi sampel itu dikirim genom Covid-19 Internasional GISAID. Yakni, lembaga yang menginventariasi data sampel virus dari berbagai dunia. ”Hasil telaah yang sudah dikirim ke GISAID akan dicocokkan, dari famili mana sampel tersebut,’’ ungkapnya.
Dia menyebutkan, dari pengambilan sampel yang dilakukan selama setahun terakhir, belum ada yang menunjukkan hubungan famili dengan varian Inggris, India, maupun Afrika Selatan. Dengan begitu, disimpulkan sementara bahwa varian virus di Jawa Timur belum ada yang famili dengan Inggris, India, dan Afrika Selatan.
Dokter Jibril menegaskan, ITD Unair terus mengambil sampel pada pasien yang dikonfirmasi positif. Sampel itu diambil untuk mengantisipasi varian virus baru yang masuk. ”Dengan begitu, pola antisipasi penanganan bisa lebih cepat dan tepat,’’ jelasnya.
Baca Juga: Foto Pengirim Sate Sianida Dasteran Viral, yang Menyebar Istri Polisi
Varian virus dari tiga negara itu lebih berbahaya. Penularannya lebih cepat. Begitu juga dengan daya serang virus terhadap tubuh manusia. Fenomena tersebut menguatkan bahwa Covid-19 belum selesai. Pencegahan harus tetap dilakukan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=8UPUU0Mbzco

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
