Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 April 2021 | 03.01 WIB

Delapan Taman di Kota Surabaya Kembali Dibuka

WISATA GRATIS: Pengunjung menikmati pemandangan di sekitar air mancur Taman Harmoni kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

WISATA GRATIS: Pengunjung menikmati pemandangan di sekitar air mancur Taman Harmoni kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com - Delapan taman aktif di Kota Surabaya, Jawa Timur, dibuka untuk umum mulai Sabtu (10/4) besok. Tentu saja, pembukaan kembali taman-taman itu disertai dengan pembatasan jumlah pengunjung dan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya Anna Fajriatin di Surabaya, Jumat, mengatakan, pembukaan delapan taman aktif itu mewakili beberapa wilayah, yakni Surabaya Utara, Barat, Timur dan Selatan.

"Jadi ini memang paralel kami siapkan, termasuk dengan tenaga kami. Termasuk juga kami melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan)," kata Anna, seperti dikutip dari Antara pada Jumat (9/4).

Anna mengatakan, delapan taman aktif yang dibuka ini, terdiri dari Taman Pelangi, Taman Harmoni, Taman Kebun Bibit Wonorejo, Taman PUPR, Taman Sejarah, Taman Prestasi, Taman Flora Bratang, dan Taman Cahaya.

Namun, lanjut dia, tidak memungkinan ke depannya taman-taman yang lain akan menyusul dibuka. "Nanti kalau sudah bisa lagi, nah kami akan tambah lagi. Mungkin tambah jamnya dulu. Nanti dievaluasi," ujarnya.

Pembukaan delapan taman aktif ini, kata Anna, tentunya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Setiap pengunjung diwajibkan memakai masker, menjaga jarak dan tidak bergerombol. Bahkan, pemkot juga membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas taman.

"Bagaimana nanti prokes kita jaga. Jadi (jalurnya) one way, masuknya lewat pintu mana, dia (pengunjung) harus keluar lewat pintu mana. Ini zamnya juga kami batasi, seminggu awal ini dibuka pukul 06.00 WIB–11.00 WIB," ujarnya.

Ia menyatakan, bahwa pembukaan taman aktif ini dengan melibatkan masyarakat, salah satunya dalam upaya menjaga protokol kesehatan. Menurut dia, alasan dibukanya taman ini lantaran masyarakat sekitar sebagian besar menginginkan objek wisata seperti taman kembali dibuka. "Kita mulai dulu di awal (delapan taman) ini. Kemudian kita akan evaluasi. Kalau dua minggu aman, kita akan perpanjang," ujar Anna.

Untuk itu, Anna mengimbau kepada masyarakat agar dapat membantu pemerintah dalam menjaga protokol kesehatan. Ia tak ingin, pembukaan taman ini justru berdampak pada klaster baru Covid-19.

"Saya ingin sekali mengimbau juga tolong sama-sama menjaga. Tidak hanya kami pemerintah dan petugas taman. Karena kondisinya berbeda dengan sebelumnya (pandemi). Makanya kita juga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat," katanya.

Meski demikian, dia menyatakan, bahwa sebelum dilakukan uji coba pembukaan taman ini, di awal pemkot melakukan sterilisasi yaitu dengan melakukan penyemprotan disinfektan di semua fasilitas taman, seperti bangku, tempat bermain anak, hingga toilet.

"Sebetulnya paralel, meskipun taman itu ditutup, kami secara terus menerus membersihkan. Termasuk kursi-kursi di pedestrian itu teman-teman DKRTH yang semprot," katanya. (*)

 

aksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=elD5K7oX6Y4

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore