
Tim putri Ubaya tampil agresif saat menghadapi Universitas Brawijaya di semifinal Campus League Surabaya. (Juliana Christy/Jawa Pos)
JawaPos.com-Atmosfer panas terasa di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya sepanjang babak semifinal Campus League 2026 Regional Surabaya, Selasa (28/4). Laga-laga ini juga memotret peta baru kekuatan basket kampus, di mana dominasi lama mulai digoyang, dan wajah baru bermunculan.
Sejak awal kompetisi bergulir, intensitas permainan sudah tinggi. Ratusan student-athlete dari 17 perguruan tinggi saling adu kemampuan. Namun, semifinal menjadi titik klimaks ketika tekanan, strategi, dan mental bertanding benar-benar diuji.
Dari sektor putri, Universitas Ciputra Makassar tampil disiplin saat menumbangkan Universitas Airlangga dengan skor 52-39. Kemenangan ini terasa spesial karena mempertegas bahwa tim luar Jawa tak lagi sekadar pelengkap. Mereka datang dengan kualitas dan kesiapan yang matang.
Sinyal serupa datang dari sektor putra. Universitas Cendrawasih menunjukkan kelasnya lewat kemenangan telak 92-63 atas Universitas Negeri Malang. Permainan cepat dan efisiensi serangan menjadi pembeda yang sulit dibendung lawan.
Namun sorotan utama tetap tertuju pada Universitas Surabaya (Ubaya), yang tampil dominan di dua sektor sekaligus. Tim putri Ubaya mencatat kemenangan mencolok atas Universitas Brawijaya dengan skor 105-19, sebuah margin yang menggambarkan perbedaan level permainan.
Sejak kuarter awal, Ubaya langsung menekan tanpa memberi ruang. Tempo tinggi dan akurasi tembakan membuat lawan kesulitan keluar dari tekanan. Hingga turun minum, keunggulan sudah terlalu jauh untuk dikejar.
Meski menang besar, pelatih Ubaya Wellyanto Pribadi justru melihat masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi. “Pertandingan hari ini saya belum benar-benar puas dengan permainan anak-anak. Karena lawan yang dihadapi juga belum semuanya maksimal,” ujarnya usai laga. Ia menegaskan evaluasi tetap jadi fokus menuju final.
Di lapangan, performa Evelyn Fiyo menjadi pembeda. Pemain timnas 3x3 itu tampil agresif dan konsisten, menyumbang 18 poin. Sementara kapten tim Mayviana Lysandra Tandiono menyoroti pentingnya kekompakan tim. “Kami harus lebih percaya satu sama lain. Evaluasi dari game tadi juga banyak, dan kami tidak boleh meremehkan lawan,” katanya.
Dominasi Ubaya berlanjut di sektor putra. Menghadapi tuan rumah Universitas Negeri Surabaya, mereka tampil nyaris tanpa celah dan menang telak 87-20. Defense rapat dan pressing ketat sejak awal membuat lawan kehilangan ritme permainan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022