Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 April 2021 | 20.41 WIB

Wali Kota Eri Wajibkan PNS Beli Sembako via Aplikasi Toko Kelontong

ILUSTRASI. Toko kelontong di Surabaya. - Image

ILUSTRASI. Toko kelontong di Surabaya.

JawaPos.com–Mulai April, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mewajibkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) atau aparatur sipil negara (ASN) untuk membeli sembako ke UMKM. Pembelian itu, dilakukan melalui aplikasi toko kelontong.

”Saya syaratkan bulan ini, seluruh PNS kalau beli kebutuhan pokok lewat UMKM. Termasuk toko kelontong. Ketika pemimpin dan jajarannya pakai itu, nanti masyarakat lain bisa menggunakan juga,” tutur Eri usai membuka acara Pameran Surabaya Virtual Expo UMKM pada Jumat (9/4).

Aplikasi itu akan mengumpulkan seluruh toko kelontong di Surabaya. Dalam aplikasi itu, pemilik toko menjual berbagai kebutuhan pokok. Seperti beras, kecap, dan lain sebagainya.

”Jangan cuma karena Covid-19 UMKM nggak bergerak. Ini kelanjutan pemasaran UMKM. Pemerintah itu kan sebagai marketing, sebagai pihak yang memasarkan barang UMKM. Yang kasih contoh jangan cuma wali kota atau pemimpin, tapi juga ASN,” ucap Eri.

Tidak hanya mewajibkan, wali kota juga melakukan pendataan pembelanjaan melalui organisasi perangkat daerah (OPD). Dari pendataan itu, akan terlihat jumlah dan belanja masing-masing ASN.

”Jadi OPD ini jumlah pegawai berapa, yang beli di toko kelontong berapa, beli apa aja. Kan nggak mungkin cuma beli beras. Pasti juga kecap dan lainnya. Nah itu kelihatan,” ujar Eri.

Aturan baru ini, menurut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya merupakan wujud dari upaya peningkatan perekonomian melalui daya beli. Sebab, tahun lalu, daya beli masyarakat Surabaya menurun hingga minus.

”Penurunan daya beli pada 2020 sampai minus 4. Alhamdulillah pada 2021 mulai ada pergerakan ekonomi yang sudah mulai dibuka, misal RHU (rekreasi hiburan umum),” tutur Eri.

Eri menjelaskan, dengan memberikan kelonggaran bagi seluruh pelaku ekonomi non UMKM seperti mal, dapat meningkatkan daya beli. Setelah melonggarkan pengusaha mal, Eri mengaku daya beli meningkat hingga 60 persen.

”Kemarin sempat turun ke mal, sekarang naik 60 persen. Setelah RHU dan bioskop dibuka jadi 70 persen. Kepercayaan diberi setelah RHU dibuka. Jangan sampai turun lagi,” ucap Eri.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=u2v44ry8nM8

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore