
PRIORITAS: Foto udara RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH). Dana pembangunan fasilitas kedo�teran di RS itu masuk APBD 2021. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Agenda pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Surabaya 2021 hampir rampung. Senin (23/11) fraksi-fraksi akan menyampaikan pandangan umumnya terhadap rancangan anggaran yang dibahas selama 10 hari kemarin. Targetnya, APBD 2021 disahkan 25 November.
Ketua Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, pembahasan RAPBD 2021 memang harus diselesaikan sebelum 30 November. Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 62/2020. ’’Kami targetkan lebih awal. Tanggal 25 November sudah harus digedok (disahkan, Red),’’ ujarnya kemarin (21/11).
Pejabat yang akrab disapa Awi itu menyatakan, pembahasan RKA yang menjadi kerangka RAPBD berjalan lancar. Tidak banyak perdebatan antara eksekutif dan legislatif. Dewan juga sudah mempertajam arah kebijakan anggaran yang akan dilaksanakan tahun depan agar lebih berfokus pada pemulihan ekonomi.
Karena itu, politikus PDIP yang juga ketua Banggar DPRD Surabaya tersebut menyatakan bahwa RAPBD 2021 sudah final. Meski demikian, fraksi-fraksi tetap diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan.
Wakil Ketua Banggar DPRD Surabaya A. Hermas Thony memberikan catatan khusus terhadap program di bidang pendidikan. Urusan ekonomi dan kesehatan memang harus diprioritaskan. Namun, urusan pendidikan juga tidak boleh dikesampingkan.
’’Apalagi melihat sistem pendidikan di masa pandemi sekarang ini. Tahun depan harus disiapkan betul program-program untuk mengejar ketertinggalan. Karena saya menilai, pembelajaran daring (dalam jaringan, Red) membuat para siswa ketinggalan banyak hal,’’ paparnya.
Politikus Gerindra itu kembali mengingatkan bahwa pengguna anggaran tahun depan adalah wali kota baru. Siapa pun yang akan terpilih adalah orang yang sama-sama belum pernah memegang tingkat komando utama di tingkat kota. ’’Karena tidak ada incumbent. Kedua pasangan calon (paslon) sama-sama orang baru. Jadi, tugas dewan ke depan, penggunaan anggaran harus benar-benar dikawal dengan baik. Harus dikawal agar benar-benar pro terhadap kepentingan rakyat,’’ jelasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
