
Demonstran menggelar lapak hasil tani murah di jalanan. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Demonstrasi tolak UU Cipta Kerja kembali berlangsung. Dimotori Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol) Jawa Timur dan aliansi mahasiswa, ratusan pendemo datangi Gedung Negara Grahadi pada Selasa (10/11) siang.
Koordinator Getol Jatim Danis Seniar Yuliaparipurna mengatakan, tuntutan mereka tetap sama. Meminta Presiden Joko Widodo segera membatalkan Undang-Undang Cipta Kerja.
”Kami minta Jokowi menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-Undang. Hari ini (10/11) yang ikut aksi kurang lebih 200 orang, terdiri atas unsur petani, mahasiswa, buruh, lingkungan dan sebagainya,” tutur Danis Seniar Yuliaparipurna.
Aksi demo kali ini tidak hanya berorasi. Mereka menggelar Festival Rakyat. Hasil tani digelar di pinggir jalan dengan harga murah. Beberapa dari barang-barang tersebut malah digratiskan. Ada sambal terasi, beras, dan sayur.
Ada juga galeri foto yang menunjukkan usaha Getol dalam demonstrasi. Seperti secuil momen saat aksi demonstrasi hingga usaha para petani ketika menolak UU Ciker. Salah satu foto menunjukkan massa aksi yang ditangani paramedis jalanan.
”Kami ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat terkait gerakan tolak omnibus law yang dilakukan Getol Jatim. Foto-foto yang kita tampilkan di sini dari seluruh wilayah Jatim. Terkait dengan berbagai macam perjuangan rakyat,” terang Danis.
Dia mengatakan, gabungan aliansi juga datang dari petani yang lahannya tergusur dan diambil perusahaan. Pengambilan lahan itu hingga saat ini belum ada penyelesaian dari pihak terkait. ”Ada aksi teatrikal juga yang menceritakan omnibus law itu mencekik dan justru memperparah kerusakan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Danis.
Saat ditanya soal gerakan susulan, Danis menyampaikan, akan ada aksi lanjutan pada 17 November. Tanggal itu adalah hari pelajar internasional.
Sementara itu, salah satu massa aksi, Naning Junaidah Suprawati, 30, dari Badan Pengurus Harian API Jatim menuntut pemerintah untuk segera membuat kebijakan konkret terkait situasi petani masa kini. ”Kami butuh kebijakan. Kesulitan kami terbukti dengan situasi ketika menghadapi musim produksi, subsidi juga tidak ada. Pupuk langka. Ini persoalan nyata,” keluh Naning.
Dari pantauan JawaPos.com, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini datang meninjau aksi demonstrasi sejak pukul 16.00 sore. Dia didampingi Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo. Namun, Risma tidak bergabung bersama demonstran. Dia berdiri di seberang jalan, di depan pintu Gedung Negara Grahadi. Sekitar pukul 17.00, Risma menghampiri demonstran selama beberapa menit. Namun tidak ada statement yang diberikan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=76SdsjjBr6U

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
