Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Oktober 2020 | 02.30 WIB

Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Gresik Pada November

Gerbang menuju Kab. Gresik. (Dok. JawaPos.com) - Image

Gerbang menuju Kab. Gresik. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) setelah belajar di rumah dampak pandemi Covid-19 mulai Maret lalu terus dikaji dinas pendidikan (dispendik). Sampai sejauh ini, tim dispendik masih mendata sekolah-sekolah yang siap melaksanakan PTM.

Sebelum memberikan persetujuan, dispendik menggelar rapat persetujuan PTM itu dengan satgas Covid-19 pada minggu ini. Yang jelas, mengacu hasil angket dari para wali murid, baik SD maupun SMP tentang PTM, sedikitnya 80 persen menyatakan siap. Untuk SMA/SMK, malah lebih dari 90 persen setuju atau siap PTM.

Menurut Mahin, kepala Dispendik Pemkab Gresik, sejak awal pihaknya mesti berhati-hati dalam mengambil keputusan terkait dimulainya PTM. Keputusan itu harus dimusyawarahkan dengan segenap stakeholder. Sambil menunggu pendataan kesiapan sekolah selesai, dalam minggu ini pihaknya menggelar rapar finalisasi PTM bersama komite sekolah hingga satgas Covid-19.

’’Untuk berapa sekolah yang siap, datanya belum dilaporkan ke kami oleh staf karena masih proses pendataan. Yang jelas, biar sekali jalan, minggu ini stakeholder terkait akan kami undang untuk rapat PTM,” ucapnya.

Hasil pendataan, lanjut dia, akan dikoordinasikan dengan satgas Covid-19. Mereka nanti menentukan sekolah mana yang siap melaksanakan PTM dan yang tidak. Mahin mengatakan, dispendik hanya mengusulkan sekolah-sekolah yang siap secara sarana-prasarana.

Apabila rapat bersama tersebut menyetujui PTM, Mahin menyatakan, ada kemungkinan uji coba dilaksanakan mulai November. ’’Jadi, langkah selanjutnya bergantung pada hasil rapat bersama itu. Mulai dilaksanakan kapan hingga sekolah mana saja,” imbuhnya.

Berdasar data Dispendik Gresik, jumlah sekolah tingkat dasar sebanyak 828 sekolah. Perinciannya, 389 SD negeri, 63 SD swasta, dan 376 madrasah ibtidaiyah (MI). Untuk tingkat SMP, jumlahnya 111 sekolah yang terdiri atas 34 SMP negeri dan 77 SMP swasta.

Meski mayoritas wali murid sudah setuju PTM, Mahin tidak menampik masih ada beberapa yang menolak. Kendati demikian, dispendik menyatakan tidak perlu khawatir. Sebab, fasilitas pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap diberikan kepada siswa-siswi yang belum siap mengikuti PTM.

Kabid Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah menambahkan, pihaknya masih menyiapkan draf peraturan bupati (perbup) tentang pelaksanaan PTM. Sebab, pelaksanaan PTM itu harus diatur dengn detail demi keamanan belajar siswa pada masa pandemi. ’’Draf itu meliputi jam belajar, teknis pelaksanaan, keberangkatan siswa, berapa kapasitas kelas, dan seterusnya. Masih tahap penyelesaian drafnya,” ujarnya.

Sementara itu, berdasar data persebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Gresik, sejauh ini ada tambahan positif setiap hari. Namun, jumlah yang sembuh juga terus bertambah. Data dari satgas Covid-19, pada Sabtu (24/10) terdapat tambahan positif 6 kasus, sembuh 10 orang, dan meninggal dunia 2 orang. Total sejak pandemi mewabah mulai Maret lalu, jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 3.543 kasus, sembuh 3.166 orang, meninggal dunia 221 orang, dan masih dalam isolasi 156 orang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=XRgCLzD92OM&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore