
Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Selangkah lagi, pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Surabaya mendapatkan hukuman setimpal. Sebab, pemkot menerapkan aturan tegas. Yakni, pemberlakuan denda.
Nominal denda itu cukup membuat kantong bolong. Besarnya mencapai Rp 250 ribu. Aturan tersebut dibuat berdasar Inpres 6/2020 dan Pergub 53/2020. Harapannya, warga makin disiplin dan mematuhi aturan prokes.
Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowati menjelaskan, perwali denda sudah melewati serangkaian pembahasan. Pemkot juga melibatkan pakar ekonomi dan hukum. ”Sekarang kami kaji,” katanya saat ditemui di kediaman wali kota, Selasa (22/9).
Menurut Ira, aturan itu sejatinya sudah rampung. Besaran denda telah disepakati. Objek yang menjadi sasaran pengenaan aturan pun diatur. ”Kami upayakan secepatnya berjalan,” ujarnya.
Namun, ada dua poin yang membutuhkan pembahasan terperinci. Pertama, kesiapan institusi penegak aturan. Itulah tugas satpol PP.
Ira menuturkan bahwa satpol PP bertugas menjalankan aturan denda. Warga yang dijatuhi sanksi harus mendapatkan keterangan dari instansi penegak perda tersebut. ”Sehingga satpol PP harus siap menjalankan aturan,” terangnya.
Selain itu, teknis pembayaran denda menjadi perhatian. Menurut Ira, pelanggar prokes tidak menyerahkan uang kepada petugas. Namun, uang dendanya langsung masuk ke kas daerah. Poin kedua terkait dengan objek yang dikenai denda. Pemkot terus melakukan kajian. Contohnya saja, bagi pelanggar prokes yang belum memiliki KTP. Namun, ketika terjaring razia, pelanggar bersama orang tuanya.
Sebelumnya, pemkot mengatur pemberian sanksi bagi pelanggar prokes dalam Perwali 33/2020. Warga yang tidak menjaga jarak dan tidak memakai masker dijatuhi hukuman sosial seperti joget di tempat. Pemkot menilai aturan itu belum memberikan efek jera. Alhasil, regulasi pemberian denda ditambahkan. Tujuannya, warga Kota Pahlawan makin disiplin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
