
KONSOLIDASI LAGI: Ratusan warga dari tiga kelurahan berkumpul di Balai Kesusuan Lumpur untuk kembali merapatkan barisan terkait tuntutan penutupan secara resmi aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga PT GJT. (Galih Wicaksono/Jawa Pos)
JawaPos.com – Polemik aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga PT Gresik Jasa Tama (GJT) belum juga selesai. Minggu sore (13/9) ratusan warga Kelurahan Kemuteran, Kroman, dan Lumpur kembali mengadakan pertemuan. Mereka menagih janji pemerintah untuk segera mengeluarkan surat resmi penutupan aktivitas bongkar muat batu bara tersebut.
Menurut Haryadi, kuasa hukum warga, pihaknya sudah berkirim surat kepada DPRD Gresik agar segera mengeluarkan rekomendasi penutupan PT GJT ke Pemkab Gresik. Permintaan itu sesuai dengan hasil keputusan rapat di gedung dewan pada 18 Agustus lalu.
Selain itu, warga sudah mengirimkan surat ke Pemkab Gresik pada 7 September. Surat tersebut juga berisi tuntutan agar pemkab segera menutup aktivitas PT GJT secara resmi. Sebab, perusahaan itu belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). ’’Besok (hari ini, Red) saya datang lagi ke DPRD dan pemkab,” ujar pengacara senior itu.
Haryadi mengungkapkan, secara hukum pihak pemerintah memiliki waktu sekitar sepuluh hari untuk memberikan jawaban atas surat yang disampaikan tersebut. Apabila tidak ada jawaban, warga tiga kelurahan sepakat akan mendatangi kantor bupati untuk audiensi.
Dalam pertemuan di Balai Kesusuan Lumpur kemarin, tampak hadir H Syaiful Arif. Tokoh masyarakat Gresik itu memang sejak awal mengikuti proses persoalan yang dihadapi warga. Malah dia sempat berdiam sekitar tiga jam di wilayah aktivitas bongkar muat batu bara untuk mengetahui dan merasakan dampak yang dialami warga.
Di hadapan warga, Syaiful menyatakan siap membantu perjuangan mereka dengan satu syarat. Yakni, upayanya itu tidak dikait-kaitkan dengan politik atau pilkada.
’’Saya salut dengan masyarakat sini semua. Mari ijtihad. Pripun carane warga saget sehat dan usaha bisa jalan. Semua tidak ada yang dirugikan,” ucapnya.
Pria yang juga menjabat bendahara PC NU Gresik itu juga berpesan kepada warga agar tetap mementingkan persatuan. ’’Monggo bersatu. Jangan dicampurkan politik atau kepentingan apa pun. Yang utama adalah kepentingan masyarakat,” katanya.
Selain menuntut kepastian penutupan aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga PT GJT secara resmi, warga dari tiga kelurahan itu mengurus hak atas tanah mereka. Sebab, tanah-tanah warga itu diklaim pihak Pelindo. ’’Tapi, kami sudah sering dan sejak lama meminta Pelindo menunjukkan sertifikatnya. Kalau mereka bisa menunjukkan, kami juga siap pindah,” ucap salah seorang warga.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
