
Ilustrasi suasana rapat di gedung DPRD Gresik
JawaPos.com - Polemik panjang tentang aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga PT Gresik Jasatama (GJT) akhirnya mendapat reaksi dari PT Pelindo III selaku pengelola kawasan pelabuhan. Salah satu BUMN itu pun sepakat untuk menghentikan kegiatan bongkar muat batu bara yang memicu gejolak ribuan warga setempat tersebut.
Menurut Vice President Corporate Communication PT Pelindo III Wilis Aji Wiranata, pihaknya akan mengevaluasi ulang kegiatan bongkar muat batu bara tersebut. ”Pertimbangannya pun situasi dan kondisi yang ada di lapangan,” ungkapnya.
Selain itu, pihaknya menghormati musyawarah dan kesepakatan bersama yang telah dilakukan. Mulai pihak eksekutif hingga legislatif bersama masyarakat sekitar. ”Pada prinsipnya, agar tidak ada gejolak lagi,” paparnya.
Lalu, selama dihentikan, aktivitas bongkar muat di dermaga GJT akan beralih ke mana? Wilis mengatakan, yang pasti, kedatangan kapal yang memuat batu bara akan dialihkan ke terminal lain. Jadwal dan lokasinya masih dikoordinasikan. Meski demikian, keputusan tersebut tidak lantas menghentikan aktivitas lain di kawasan pelabuhan. Dia menjelaskan, kapal barang dan penumpang tentu masih beroperasi.
Seperti pernah diberitakan, sebetulnya warga sekitar wilayah pelabuhan sudah hidup nyaman setelah hampir 10 bulan tidak ada aktivitas bongkar muat baru bara. Warga tidak terdampak. Rumah-rumah pun relatif tidak berdebu hitam. Sejumlah warga pun tidak lagi berada dalam bayang-bayang penyakit gangguan pernapasan hingga paru-paru. Aktivitas bongkar muat itu dihentikan karena akhir tahun lalu warga juga berkali-kali unjuk rasa.
Akhirnya, pada awal-awal 2020, dalam pertemuan di DPRD Gresik, disepakati aktivitas tersebut dihentikan. Selain itu, disarankan bongkar muat di dermaga GJT direlokasi ke Pelabuhan Internasional JIIPE sesuai kesepakatan di hadapan notaris pada 2016. Namun, bongkar muat batu bara tersebut kembali dilakukan. Bahkan, kegiatan itu juga dijaga ketat ratusan aparat.
Tak ayal, aktifnya lagi bongkar muat batu bara itu memicu gejolak. Ribuan warga, mulai orang dewasa, pemuda, anak-anak, hingga ibu-ibu, mengepung gedung dewan Selasa lalu (18/8). Warga beramai-ramai unjuk rasa sambil mengibarkan banyak bendera Merah Putih. Maklum, mereka tidak ingin lagi terdampak polusi debu batu bara yang juga bisa mengancam kesehatan. Maklum, mereka sudah bertahun-tahun menderita.
Sementara itu, Kamis lalu (20/8) akhirnya Pemkab Gresik resmi memutuskan untuk membuat surat penutupan aktivitas bongkar muat di dermaga GJT tersebut. Alasan penutupan itu bukan sebatas belum ada izin mendirikan bangunan (IMB), tapi juga pertimbangan kepentingan umum atau masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022