Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2020 | 00.48 WIB

Pelindo Setuju Stop Bongkar Muat Batu Bara di Dermaga Gresik Jasa Tama

Ilustrasi suasana rapat di gedung DPRD Gresik - Image

Ilustrasi suasana rapat di gedung DPRD Gresik

JawaPos.com - Polemik panjang tentang aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga PT Gresik Jasatama (GJT) akhirnya mendapat reaksi dari PT Pelindo III selaku pengelola kawasan pelabuhan. Salah satu BUMN itu pun sepakat untuk menghentikan kegiatan bongkar muat batu bara yang memicu gejolak ribuan warga setempat tersebut.

Menurut Vice President Corporate Communication PT Pelindo III Wilis Aji Wiranata, pihaknya akan mengevaluasi ulang kegiatan bongkar muat batu bara tersebut. ”Pertimbangannya pun situasi dan kondisi yang ada di lapangan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menghormati musyawarah dan kesepakatan bersama yang telah dilakukan. Mulai pihak eksekutif hingga legislatif bersama masyarakat sekitar. ”Pada prinsipnya, agar tidak ada gejolak lagi,” paparnya.

Lalu, selama dihentikan, aktivitas bongkar muat di dermaga GJT akan beralih ke mana? Wilis mengatakan, yang pasti, kedatangan kapal yang memuat batu bara akan dialihkan ke terminal lain. Jadwal dan lokasinya masih dikoordinasikan. Meski demikian, keputusan tersebut tidak lantas menghentikan aktivitas lain di kawasan pelabuhan. Dia menjelaskan, kapal barang dan penumpang tentu masih beroperasi.

Seperti pernah diberitakan, sebetulnya warga sekitar wilayah pelabuhan sudah hidup nyaman setelah hampir 10 bulan tidak ada aktivitas bongkar muat baru bara. Warga tidak terdampak. Rumah-rumah pun relatif tidak berdebu hitam. Sejumlah warga pun tidak lagi berada dalam bayang-bayang penyakit gangguan pernapasan hingga paru-paru. Aktivitas bongkar muat itu dihentikan karena akhir tahun lalu warga juga berkali-kali unjuk rasa.

Akhirnya, pada awal-awal 2020, dalam pertemuan di DPRD Gresik, disepakati aktivitas tersebut dihentikan. Selain itu, disarankan bongkar muat di dermaga GJT direlokasi ke Pelabuhan Internasional JIIPE sesuai kesepakatan di hadapan notaris pada 2016. Namun, bongkar muat batu bara tersebut kembali dilakukan. Bahkan, kegiatan itu juga dijaga ketat ratusan aparat.

Tak ayal, aktifnya lagi bongkar muat batu bara itu memicu gejolak. Ribuan warga, mulai orang dewasa, pemuda, anak-anak, hingga ibu-ibu, mengepung gedung dewan Selasa lalu (18/8). Warga beramai-ramai unjuk rasa sambil mengibarkan banyak bendera Merah Putih. Maklum, mereka tidak ingin lagi terdampak polusi debu batu bara yang juga bisa mengancam kesehatan. Maklum, mereka sudah bertahun-tahun menderita.

Sementara itu, Kamis lalu (20/8) akhirnya Pemkab Gresik resmi memutuskan untuk membuat surat penutupan aktivitas bongkar muat di dermaga GJT tersebut. Alasan penutupan itu bukan sebatas belum ada izin mendirikan bangunan (IMB), tapi juga pertimbangan kepentingan umum atau masyarakat.


Rapat tersebut dipimpin Bupati Sambari Halim Radianto dan asisten II setda dengan dihadiri seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Mulai perwakilan dinas lingkungan hidup (DLH), satpol PP, dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, serta dinas perhubungan hingga Kabag Hukum dan lurah di wilayah terdampak.

Dalam notula rapat yang didapat Jawa Pos, berdasar paparan DLH, terungkap analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) pertama GJT pada 2015. Lalu, ada adendum (perubahan) pada 2017. Hanya, ada beberapa kelemahan. Di antaranya, tidak memiliki conveyor, menggunakan hopper yang kurang tinggi, tidak water spray, kurang sering menyirami jalan yang dilewati, belum punya izin sementara untuk limbah B3, dan tidak pernah melaporkan amdal enam bulan sekali.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=ASz-pJztLWo

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore