
ANTISIPASI: Calon penumpang pesawat di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda kemarin. Petugas memperketat pengawasan, menyortir penumpang, dan memperluas batasan pengantar. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pergerakan penumpang di Bandara Juanda mulai merangkak naik. Termasuk pada libur panjang kemerdekaan lalu. Angkanya cukup signifikan. Jika dibandingkan dengan libur panjang Idul Adha, kenaikan penumpang kali ini mencapai 20,8 persen. Melihat perkembangan tersebut, pengawasan protokol oleh tim khusus semakin ditingkatkan.
Manajer Humas Bandara Juanda Yuristo Ardhi menyatakan, pergerakan penumpang pada libur panjang kemarin terjadi sejak Jumat (14/8). Saat itu terdapat 15.921 penumpang. Puncaknya terjadi Sabtu, yakni 17.972 penumpang. ”Cenderung naik,” ucapnya.
Jika ditotal keseluruhan, mulai Jumat hingga Senin (17/8), pergerakan penumpang di Bandara Juanda mencapai 61.280 orang. Penerbangan didominasi dari Jakarta dan sebaliknya.
Menurut Yuris, jumlah penumpang pada libur panjang lalu lebih banyak daripada saat Idul Adha. Saat itu terdapat 50.692 penumpang. Baik untuk kedatangan maupun keberangkatan. Dengan kata lain, terdapat kenaikan sekitar 20,8 persen.
Kenaikan penumpang di Juanda dimulai pada bulan lalu. Tepatnya menjelang Idul Adha. Saat itu per hari rata-rata penumpang di atas 11 ribu orang. Diakumulasi hingga Juli, terdapat 319.609 penumpang yang terlayani di Bandara Juanda.
Jumlah penumpang tersebut merangkak naik karena beberapa faktor. Di antaranya, kemudahan syarat untuk terbang seperti hasil tes rapid yang bisa digunakan hingga 14 hari ke depan. Berbeda dengan sebelumnya, batasnya hanya sampai satu minggu. Karena itu, pihak Bandara Juanda mulai menambah jam operasional. Dari 12 jam menjadi 16 jam. Upaya itu dilakukan untuk mengoptimalkan pelayanan penumpang.
Nah, untuk pengawasannya, pihak bandara membuat tim khusus. Yakni, tim monitoring protokol pencegahan Covid-19. Tujuannya, menekan pelanggaran yang terjadi di bandara. Tim gabungan dari aviation security dan customer service tersebut tak hanya memantau dari kondisi sekitar, tetapi juga dari ratusan CCTV. Khususnya di area yang ditempati banyak penumpang.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=zXEvtRwQl-U

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
