
dr Agus Pramono dan Ida Istiningtyas. (Istimewa)
JawaPos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo berduka. Selasa (7/7) dua tenaga kesehatan (nakes) meninggal karena tertular Covid-19. Yaitu, Kepala Puskesmas Kedungsolo (Porong) dr Agus Pramono dan bidan senior di Puskesmas Krembung Ida Istiningtyas. Keduanya wafat setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Dinkes Sidoarjo dr Syaf Satriawarman SpPros memimpin pelepasan jenazah dokter Agus di RSI Jemursari, Surabaya. Dia menyatakan kehilangan atas gugurnya dokter yang mengabdi di Kota Delta tersebut. Syaf juga berterima kasih pada rumah sakit yang selama ini merawat dokter 49 tahun tersebut.
Syaf menjelaskan, dokter Agus diduga terpapar Covid-19. Sudah sekitar sepuluh hari dia dirawat di rumah sakit. Berdasar informasi, rapid test yang bersangkutan menunjukkan hasil reaktif. Sebelum dokter Agus meninggal, prosedur swab juga dilakukan. ’’Hasilnya positif Covid-19,’’ kata Syaf.
Perawatan maksimal telah diberikan rumah sakit kepada dokter yang menjabat kepala puskesmas di Porong tersebut. Termasuk menyediakan ventilator untuk membantu pernapasan. Namun, ternyata takdir berkata lain.
Menurut Syaf, dokter Agus adalah pimpinan puskesmas yang rajin. Dia juga peduli di bidang pelayanan. Bahkan, saat pandemi, dia aktif mengampanyekan protokol kesehatan.
Hal serupa dilakukan bidan Ida. Bidan 46 tahun itu aktif turun tangan dalam mencegah penularan Covid-19. ’’Almarhum dan almarhumah sangat rajin,’’ ujar Syaf. Karena itu, dinkes merasa kehilangan atas kepergian dua nakes berdedikasi yang terpapar virus korona jenis baru tersebut.
Syaf menyebutkan, hingga kemarin, total lima nakes Kota Delta meninggal karena terpapar Covid-19. Perinciannya, 2 dokter, 2 perawat, dan 1 bidan. Mereka dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19.
Sebagian besar di antara mereka memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Termasuk dokter Agus dan Ida. Keduanya diketahui memiliki penyakit diabetes. ’’Gulanya (diabetes, Red) tinggi,’’ jelas Syaf.
Demi menyelamatkan para nakes yang sakit, dinkes berupaya maksimal. Mereka mencarikan rumah sakit yang memiliki ruang isolasi khusus dan ventilator untuk Ida. Upaya tersebut dilakukan hingga ke Surabaya. Sebab, ruang isolasi khusus di rumah sakit rujukan Kota Delta sudah penuh. Ventilator bagi pasien pun tidak ada. Jadi, perlu rujukan ke rumah sakit wilayah lain.
Rasa kehilangan juga dirasakan rekan sejawat almarhum dan almarhumah. Kepala Puskesmas Trosobo dr Arif Rahman Nurdianto mengakui akrab dengan dokter Agus dan Ida. Dengan dokter Agus, Arif sering ikut pelatihan bersama. Dia juga mengenal sosok Ida saat masih sama-sama mengabdi di Puskesmas Krembung. ’’Kami pernah membuat vlog promosi kesehatan bersama,’’ ucapnya.
Arif sangat kehilangan dengan kepergian dua teman karibnya tersebut. Kolega yang senantiasa bersemangat menjalankan tugas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022