Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Juli 2020 | 20.44 WIB

Studio Belajar, Cara SMPN 4 Surabaya Atasi Belajar Mengajar Daring

Simulasi kelas virtual menanfaatkan studio belajar SMPN 4 Surabaya. SMPN 4 Surabaya For JawaPos.com - Image

Simulasi kelas virtual menanfaatkan studio belajar SMPN 4 Surabaya. SMPN 4 Surabaya For JawaPos.com

JawaPos.com–Tahun ajaran baru pada pertengahan Juli diperkirakan masih berlangsung secara daring. Otomatis, sekolah harus mencari cara efektif kegiatan belajar mengajar. Salah satunya SMPN 4 Surabaya yang sedang menyiapkan studio belajar mini.

”Nanti, terdapat beberapa komputer yang ditempatkan di perpustakaan, ruang guru, serta ruang staf. Tempat-tempat tersebut akan difungsikan sebagai studio belajar,” ungkap Kepala SMPN 4 Surabaya Muchamad Kelik Sachroen.

Studio belajar mini itu akan digunakan selama jam pelajaran. Beroperasi secara serempak, studio akan berjalan selama dua sesi pembelajaran. Sesi tersebut berlangsung selama dua jam dan digilir untuk setiap kelas dengan beberapa mapel.

”Studio ini dicetuskan oleh curhatan wali murid yang bercerita kalau murid sudah rindu masuk sekolah. Lewat kelas virtual ini, guru akan menyampaikan materi di studio sekolah. Jadi pembelajaran lebih interaktif karena berlangsung dua arah,” ujar Muchamad Kelik Sachroen.

Sebelumnya, tugas bagi siswa disampaikan melalui Google Drive dan MS Office 365. Namun menurut Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMPN 4 Surabaya Tina Agustin, cara tersebut kurang optimal. Salah satunya karena tidak ada interaksi dan pembelajaran cenderung berlangsung satu arah.

Kendala lain datang dari keterlambatan siswa. Wakil Kepala Bidang Humas Mulyo Setyono menjelaskan, simulasi sudah dilakukan. Namun, koneksi masih menjadi kendala. ”Jadi nanti ketika kelas berlangsung, semua siswa harus masuk bersama-sama. Sehingga kelas virtual juga akan dimulai seperti sekolah. Ada doa, penyampaian materi, dan ditutup dengan tanya jawab,” terang Mulyo.

Dalam uji coba, materi berlangsung selama 45 menit. Dalam penerapan langsung, materi akan berlangsung 2x45 menit dengan jeda tertentu. Kendala lain yang dihadapi adalah fasilitas siswa yang belum mendukung untuk mengikuti kelas virtual.

Mulyo menyarankan siswa untuk bergabung bersama teman yang jarak rumahnya dekat. ”Selain itu, ada kendala lain dari siswa yang alpa, lupa bahkan ketiduran ketika kelas. Solusinya adalah harus sering melakukan pendampingan,” ujar Mulyo.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=snZJXuDgcYU

 

https://www.youtube.com/watch?v=jzgCXCrMGjY

 

https://www.youtube.com/watch?v=ahZqwL89Kyc

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore