
KEJAR NONREAKTIF: Para penghuni asrama haji yang sebelumnya reaktif Covid-19 dari hasil uji swab melakukan senam pagi bersama, Senin (1/6). (Robertus Rizky/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemkot terus melakukan upaya penanggulangan Covid-19 di Surabaya. Salah satunya mengajak warga yang tercatat sebagai orang tanpa gejala (OTG) dan menghuni Asrama Haji Sukolilo untuk melakukan senam. Mereka juga menjaga jarak satu sama lain sembari memakai masker sebagai bentuk ketaatan pada protokol pencegahan.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Eddy Christijanto mengatakan, kegiatan itu rutin dilakukan setiap hari. Selain senam, mereka juga diajak untuk berjemur. ”Acara yang dimulai pukul 06.00 hingga selesai pukul 08.00 itu dipimpin oleh instruktur senam,” ungkapnya.
Berdasar pengamatan Jawa Pos, penghuni asrama terlihat senang dan melakukan gerakan dengan riang gembira. Mereka juga menikmati suasana pagi yang cerah dan bersinar.
Eddy menerangkan, program rutin itu bertujuan untuk meningkatkan imunitas masyarakat yang terklarifikasi dalam orang tanpa gejala (OTG). ”Hari ini (Red, kemarin), ada 234 orang yang jadi penghuni asrama ini.
Mereka menjalani karantina karena hasil pemeriksaan swab yang reaktif,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan itu, imunitas penghuni bisa naik sehingga ketika masa pemeriksaan swab berikutnya, hasilnya bisa nonreaktif. Dia menuturkan bahwa senam dan berjemur hanya satu di antara sekian banyak kegiatan yang diselenggarakan pemkot bagi penghuni asrama tersebut. ”Kami berikan juga fasilitas berupa sarana olahraga bulu tangkis dan tenis meja bagi penghuni dewasa. Anak-anak diberi mainan lego, mobil-mobilan, dan buku untuk merangsang motorik dan kognitif mereka,” jelasnya.
Setidaknya ada 12 penghuni yang masuk kategori anak-anak. Eddy mengungkapkan, makanan, minuman, dan vitamin rutin diberikan untuk meningkatkan imunitas penghuni asrama. Di samping itu, pengawasan terhadap mereka dimasifkan untuk melihat seberapa jauh progres perkembangan karantina.
Kasatpol PP Surabaya Irvan Widyanto menerangkan bahwa setiap hari ada 15 petugas satpol PP dan 4 tenaga medis yang ditugaskan untuk mengecek kondisi mereka. ”Hal ini dilakukan sebagai bagian dari pengecekan rutin. Supaya kondisi penghuni semakin sehat dari hari ke hari,” ujarnya. Mereka juga ditempatkan di ruangan yang sudah diatur.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=DuaTjEJ5u7U
https://www.youtube.com/watch?v=XU6K0gS38vs
https://www.youtube.com/watch?v=__FkQULTeEY

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
