Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Maret 2020 | 21.14 WIB

Cegah Virus Korona di Surabaya: Wisuda tanpa Salaman, Kuliah Online

MINIMALKAN PERSEBARAN VIRUS: Wisudawan ITS memakai hand sanitizer sebelum mengikuti prosesi wisuda kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

MINIMALKAN PERSEBARAN VIRUS: Wisudawan ITS memakai hand sanitizer sebelum mengikuti prosesi wisuda kemarin. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com – Makin masifnya persebaran virus korona baru atau Covid-19 di Indonesia menjadi perhatian besar di lingkungan pendidikan Surabaya. Sejumlah kampus dan sekolah pun melakukan langkah antisipasi persebaran Covid-19. Mulai melarang jabat tangan, wajib menggunakan hand sanitizer, hingga menerapkan kuliah daring.

Wisuda di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), misalnya, tampak sedikit berbeda kemarin (14/3). Sejak pagi, para panitia mengatur pintu masuk para wisudawan dan tamu undangan. Di setiap pintu masuk, disediakan hand sanitizer yang dibuat sendiri oleh tim Unit Pengembangan ITS Smart Eco Campus.

Kegiatan yang melibatkan ribuan wisudawan dan tamu undangan itu memang telah dipersiapkan secara matang oleh panitia. Sebab, situasi dan kondisi Indonesia saat ini sudah darurat virus korona. Berbagai antisipasi pun dilakukan untuk meminimalkan persebaran virus.

Ribuan botol hand sanitizer berukuran 60 mililiter dibagikan sebelum para wisudawan memasuki aula Graha ITS. Rangkaian prosesi wisuda juga banyak dipangkas agar tidak memakan waktu terlalu lama.

Saat prosesi wisuda berlangsung, sebelum naik panggung, wisudawan yang dipanggil untuk menerima ijazah harus menggunakan hand sanitizer yang disediakan panitia. Ketika penerimaan ijazah, wisudawan juga tidak berjabat tangan dengan rektor.

’’Prosesi wisuda tahun ini sedikit berbeda dengan biasanya. ITS membagikan hand sanitizer kepada seluruh wisudawan,’’ kata Rektor ITS Prof Mochammad Ashari saat memberikan sambutan kepada ribuan wisudawan dan tamu undangan.

Ya, upaya tersebut dilakukan sebagai langkah meminimalkan persebaran virus korona. Sebab, acara wisuda kali ini tidak bisa dibatalkan atau ditunda karena persiapannya sudah hampir 100 persen. Jadi, ITS berupaya maksimal agar prosesi wisuda tetap berjalan lancar dan aman. Termasuk dengan membagikan hand sanitizer kepada para wisudawan.

Sekretaris ITS Dr Suhartono menyatakan, tindakan itu dilakukan sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menghindari kontak langsung antarmanusia. Termasuk berjabat tangan. ’’ITS menyikapi persebaran virus korona dengan lebih berhati-hati. Kami juga telah mengimbau wisudawan yang sakit tidak hadir lebih dulu,’’ ujarnya.

Tidak hanya menghilangkan tradisi jabat tangan dan mewajibkan pemakaian hand sanitizer saat prosesi wisuda, ITS juga telah menyiapkan langkah untuk pencegahan persebaran virus korona. ITS akan menghentikan sementara kuliah offline dan memberlakukan kuliah daring (online).

Suhartono mengungkapkan, dalam waktu dekat, ITS berkoordinasi dengan bidang terkait. Khususnya bidang akademik. Saat ini ITS sudah menyiapkan program kuliah online. Jadi, jika persebaran virus korona membahayakan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, perkuliahan bakal dilakukan secara online. ’’Minggu ini kami finalisasi. Jika sudah final, bisa diterapkan minggu depan,’’ tuturnya.

Selama ini ITS sudah menerapkan presensi online. Jadi, mahasiswa dan dosen tidak perlu datang ke kampus untuk urusan presensi. Namun, selama ini perkuliahan masih dilakukan di kampus. ’’Sekarang presensi online tetap jalan. Tetapi, kuliahnya akan online saja,’’ ujarnya.

Sementara itu, mahasiswa yang ingin melakukan bimbingan atau konsultasi dengan dosen bisa memanfaatkan media online lainnya. Contohnya, lewat grup WhatsApp. Jadi, dosen setiap mata kuliah bisa membuat grup online. Grup itu dapat digunakan sebagai tempat konsultasi atau tanya jawab. ’’Bisa menggunakan Google Classroom atau Share ITS,’’ jelasnya.

Dosen departemen statistika itu menambahkan, saat ini ITS juga sudah membatalkan kegiatan-kegiatan yang mengundang massa. Termasuk workshop dan pameran di dalam maupun luar negeri. ’’Yang intens saat ini kunjungan SMA dan SMK. Jadi, untuk sementara waktu, ITS tidak menerima kunjungan dulu,’’ katanya.

Hal serupa dilakukan di Universitas Airlangga (Unair). Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menjelaskan, dalam waktu dekat, Unair melaksanakan ujian tengah semester (UTS). UTS pun akan dilakukan melalui online. Kuliah maupun UTS online sejatinya sudah kerap dilakukan di beberapa fakultas Unair. ’’Nanti, setelah UTS, perkuliahan juga dilakukan secara online,’’ katanya.

Namun, tidak tertutup kemungkinan bakal ada kegiatan mahasiswa di kampus. Sebab, beberapa perkuliahan membutuhkan tatap muka. Misalnya, di fakultas kedokteran atau kegiatan yang berhubungan dengan laboratorium. ’’Mahasiswa boleh ke kampus. Menurut kami, kampus menjadi tempat yang aman bagi mahasiswa agar tidak stres,’’ ujarnya.

Nasih menuturkan, yang terpenting saat ini mendorong seluruh civitas academica tetap menjaga kebugaran. Sebab, akan menjadi percuma ketika perkuliahan dilakukan online, tetapi mahasiswa kurang gizi dan nongkrong di warung kopi. ’’Jadi, ketika kuliah daring, mahasiswa bisa memanfaatkan internet di kampus. Setidaknya perkuliahan tidak lagi dilakukan dalam satu tempat, tapi bisa menyebar,’’ jelas dia.

Nasih menambahkan, Unair juga bakal memberikan suplemen bagi seluruh civitas academica yang membutuhkan. Karyawan yang sakit juga diperbolehkan beristirahat di rumah. ’’Yang penting, jangan panik. Sebab, kalau kampus bereaksi terlalu berlebihan, masyarakat justru makin panik,’’ tuturnya.

Di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Rektor Masdar Hilmy menjelaskan bahwa pihaknya mengeluarkan surat edaran kedua tentang upaya pencegahan persebaran Covid-19. Dalam edaran itu, pihaknya memberikan pengumuman kepada seluruh dekan dan direktur untuk meniadakan perkuliahan dan menggantinya dengan metode pembelajaran lain. Namun, edaran itu malah menimbulkan salah arti dan hoaks di kalangan masyarakat. Sebab, banyak yang mengartikannya sebagai masa libur bagi mahasiswa dan dosen. ’’Padahal, bukan libur ya. Itu pengalihan perkuliahan dari tatap muka menjadi daring, penugasan terstruktur, dan sebagainya. Repotnya, banyak yang salah paham dikira kami meliburkan,’’ ujar Masdar.

Dia mengungkapkan, perkuliahan daring dilakukan untuk sekali tatap muka per mata kuliah. Atau selama lima hari mulai pekan depan. Setelah itu, pihak kampus melakukan evaluasi untuk mengembalikan metode kuliah pada tatap muka atau tetap melanjutkan metode perkuliahan jarak jauh sampai batas waktu tertentu.

’’Nanti, setelah selesai, dievaluasi. Kalau dosen menganggap perkuliahan daring lebih efektif dan situasinya juga belum memungkinkan tatap muka, bisa jadi itu bakal diperpanjang. Yang jelas, ini bagian tindak lanjut protokol kesehatan dari pemerintah,’’ jelasnya.

Imbauan untuk belajar dari rumah juga berlaku bagi 15 siswa asal Surabaya yang baru pulang pertukaran pelajar di Eropa. Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Jatim Wahid Wahyudi menginstruksikan ke-15 siswa untuk belajar dulu di rumah. Artinya, mereka tidak perlu datang ke sekolah untuk sementara waktu. Kebijakan tersebut diambil setelah pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim.

Wahid menyatakan, begitu sampai di Surabaya, mereka semua sudah diperiksa dan dinyatakan sehat sehingga boleh pulang ke rumah masing-masing. Dinkes mengimbau mereka tidak pergi ke sekolah selama seminggu. ’’Tapi, untuk lebih amannya, akhirnya kami tetapkan supaya mereka berada di rumah dan tidak ketemu banyak orang dulu selama dua minggu ini,’’ terang Wahid saat dimintai konfirmasi kemarin (14/3).

Rencananya, mereka sudah kembali masuk sekolah pada Kamis mendatang (26/3). Sebelumnya, mereka akan kembali diperiksa agar Dinkes Jatim bisa mengeluarkan surat pernyataan sehat. ’’Sekarang ini zamannya teknologi. Materi di kelas bisa disampaikan lewat e-mail maupun WhatsApp. Saya juga imbau tenaga kependidikan yang juga baru pulang dinas dari luar negeri untuk kerja dulu di rumah. Kalau ada berkas di sekolah yang harus digarap, bisa diantar ke rumah,’’ paparnya.

Wahid mengungkapkan, 15 siswa itu melakoni pertukaran pelajar ke Belanda, Prancis, dan Italia. Total, sebetulnya ada 16 siswa. Namun, seorang siswa lainnya berasal dari SMAN 8 Malang. Sebanyak 14 siswa berasal dari SMAN 2 Surabaya dan satu siswa SMAN 10 Surabaya. Jadi, jumlah siswa dari Surabaya yang ikut pertukaran pelajar mencapai 15 orang. Mereka tiba di Surabaya pada Rabu (11/3). Mereka dinyatakan sehat berdasar hasil pemeriksaan tenaga medis.

Sekolah Rutin Semprotkan Disinfektan

Bukan hanya perguruan tinggi yang aktif mengantisipasi serangan Covid-19. Beberapa sekolah di Surabaya Barat juga sudah mulai mengambil tindakan. Salah satunya, sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) Gloria. Baik di kompleks TK-SMA di Kupang Indah, Jalan Pacar, maupun Pakuwon City. Instruksi pembersihan gedung dengan disinfektan sudah rutin dilakukan.

’’Kami gunakan ethyl alcohol kadar 70 persen. Jadi, kami tahu memang efektif,’’ kata Koordinator General Affairs YPK Gloria Susandra Limanto.

Selain itu, seluruh peralatan belajar dan bagian-bagian yang sering disentuh tangan harus dibersihkan lagi dengan dibasuh. ’’Kami campurkan cairan antiseptik khusus,’’ ungkapnya. Lokasi yang dimaksud adalah handrail, parapet, tombol lift, dan sakelar lampu.

Hal serupa juga dilakukan Sekolah Ciputra. Manajer Properti Sekolah Ciputra Arko menjelaskan bahwa kelas dan gedung disemprot setiap jam pulang sekolah. Setelah itu, kelas dikunci agar steril hingga bisa digunakan esoknya. Dengan begitu, bau disinfektan tidak terlalu menyengat bagi siswa dan guru.

Selain antisipasi melalui kebersihan, kebijakan libur juga diambil beberapa sekolah. Salah satunya adalah Sekolah Cikal di kawasan Lontar. Sejak Senin (9/3), kegiatan belajar-mengajar di sekolah itu dihentikan. ’’Orang tua sudah dapat surat bahwa tidak perlu ke sekolah hingga 22 Maret nanti,’’ jelas Kika Dhersy, salah satu orang tua siswa.

Kegiatan belajar-mengajar dilakukan melalui website online. Siswa bisa mengakses materi belajar lewat komputer pribadi di rumah mereka. Upaya itu juga sudah disiapkan YPK Gloria. Kepala Divisi Humas Krista Rini Mariana menuturkan bahwa keputusan menutup gedung sekolah belum diambil karena melihat peraturan dari dinas. ’’Tapi, home-based learning sudah siap dijalankan melalui aplikasi. Semua materi dan informasi bisa dibuka siswa dari rumah,’’ ujarnya.

Selama ini pihaknya hanya menganjurkan isolasi 14 hari bagi siswa yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri. ’’Jadi, kami minta tidak masuk sekolah dulu sampai tahu keadaan mereka juga baik-baik saja,’’ tandasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=eMAzJy1tTxI

https://www.youtube.com/watch?v=H-m78869Ldc

https://www.youtube.com/watch?v=3RbL_YTqG_o

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore