
Photo
JawaPos.com - Cuaca ekstrem kembali terjadi di Surabaya kemarin (22/2). Hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kota Pahlawan sejak sore. Selain menimbulkan genangan, fenomena alam itu mengakibatkan pohon tumbang di beberapa tempat.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, pohon tumbang di Tambaksari berada di tiga lokasi. Yakni, di Jalan Kalasan, Jalan Candi Puro, dan Jalan Prambanan. Pohon yang tumbang di sana berjenis angsana Diameter pohon berbeda-beda. ’’Paling besar di Jalan Kalasan. Kalau di Candi Puro dan Prambanan ukurannya kecil,’’ tutur Camat Tambaksari Ridwan Mubarun.
Pohon di Jalan Kalasan tumbang di sisi barat jalan. Saking kencangnya empasan angin, pohon berdiameter 60 sentimeter itu juga menimpa toko burung. ’’Tapi, tidak ada korban jiwa. Cuma bagian atap bangunan yang rusak,’’ tambahnya.
Warga sekitar pun berinisiatif menelepon Command Centre 112. Tidak berselang lama, pihak dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya tiba di lokasi. Mereka langsung memotong pohon tersebut.
Ridwan menuturkan bahwa angin kencang terjadi tidak lama. Hanya beberapa menit. ’’Pergerakan angin terpantau mulai dari arah Suramadu,’’ tambahnya. Dia menuturkan, usia ketiga pohon yang tumbang sudah tua. Yakni, di atas 20 tahun.
Sementara itu, Camat Gubeng Suprayitno mengatakan bahwa pohon tumbang di Gubeng berada di Jalan Prof Dr Moestopo. Tepatnya di dekat pertigaan jalan tersebut menuju Jalan Dharmahusada dan Jalan Karang Menjangan. Di sana pohon tabebuya berdiameter 30 sentimeter roboh dan menghadang separo jalan sisi selatan. Namun, petugas DKRTH Surabaya sigap membersihkan pohon itu. Selama 10 menit langsung beres. Pengendara tidak lagi terganggu.
Kasi Ruang Terbuka Hijau DKRTH Surabaya Rochim Yuliadi memantau langsung kejadian di lokasi. Usia pohon yang tumbang di dua kecamatan itu memang sudah tidak muda lagi. Dia pun langsung menugaskan tim Kadaka Timur 2 untuk menyebar ke titik tumbangnya pohon. ’’Kami juga lakukan perantingan di beberapa lokasi,’’ tambahnya.
Prakirawan BMKG Tanjung Perak Fajar Setiawan mengatakan, angin kencang melanda seluruh wilayah Surabaya. Namun, yang paling terdampak adalah wilayah Surabaya Utara dan Surabaya Timur. ’’Ada fenomena awan cumulonimbus dan pergerakan pusaran air laut di Kalimantan. Itu cukup berdampak ke Surabaya,’’ ungkapnya.
Kecepatan angin melewati batas normal. Yakni, 20 knots atau 40 km/jam. ’’Ukuran kecepatan angin ini tinggi sehingga menimbulkan pohon tumbang di beberapa lokasi,’’ tambahnya.
Kondisi itu, kata dia, masih akan terjadi dalam dua hari mendatang. Tandanya adalah kehadiran awan hitam, hujan lebat, dan sambaran petir. ’’Fenomena ini terjadi sampai ke Sidoarjo. Posisinya memanjang,’’ ungkap Fajar.
Berdasar keterangan yang didapat tim dari citra satelit, warga diimbau waspada jika melintas di Surabaya Utara dan Timur. Sebab, pergerakan angin kencang masih terjadi hingga hari ini dan besok. Dimulai sore hingga malam. ’’Jauhi area yang dekat pohon. Berkendaralah dengan hati-hati,’’ ungkapnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
