Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Januari 2020 | 22.48 WIB

Kelabui Petugas, Kakak Beradik Ganti Kemasan Teh untuk 8,1 Kg Sabu

TERUNGKAP DI PENGUJUNG 2019: Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priyambadha (dua dari kanan) menunjukkan tiga tersangka yang menyelundupkan 8,1 kg sabu-sabu. Jaringan itu melibatkan kakak beradik Zainab Ahmad dan Indah Pratiwi. (Guslan Gumilang/Jawa Po - Image

TERUNGKAP DI PENGUJUNG 2019: Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priyambadha (dua dari kanan) menunjukkan tiga tersangka yang menyelundupkan 8,1 kg sabu-sabu. Jaringan itu melibatkan kakak beradik Zainab Ahmad dan Indah Pratiwi. (Guslan Gumilang/Jawa Po

JawaPos.com – Tiga kurir penyelundupan 8,1 kilogram sabu-sabu yang ditangkap BNNP Jatim sempat mengganti kemasan teh China dengan plastik wrap saat perjalanan menggunakan kapal laut dari Malaysia ke Batam. Cara itu digunakan kakak beradik Siti Zainab dan Indah Pratiwi serta M. Edi untuk mengelabui petugas. Namun, upaya tersebut akhirnya terbongkar.

”Indikasinya, untuk memastikan air laut tidak masuk ke dalam sabu-sabu yang dibawa. Kemasan teh dibuang. Gantinya dibungkus pakai plastik wrap,” ujar Kabid Pemberantasan BNNP Jatim AKBP Wisnu Candra kemarin (1/1).

Modus itu berbeda dengan modus-modus tersangka lain. Selama ini kurir yang menyelundupkan sabu-sabu dari Malaysia selalu mengemasnya dengan bungkus teh China. Cara tersebut digunakan untuk mengelabui petugas.

Selain itu, penyelundup sabu-sabu awalnya berencana mengirimkan sabu-sabu dari bandara di Malaysia ke Bandara Juanda Surabaya. Namun, cara pengiriman tersebut diubah setelah mereka mengetahui bahwa narkoba itu bisa terbaca mesin pemeriksaan X-ray. ”Mereka sempat mau pakai jalur udara. Tapi ada X-ray, tidak jadi. Dipilih jalur laut via Batam,” katanya.

Mereka kemudian mengirimkan sabu-sabu dari Malaysia ke Batam dengan menggunakan jalur laut. Dari Batam ke Jakarta, pengiriman menggunakan bus. Dilanjutkan dari Jakarta ke Surabaya menggunakan kereta api. Beruntung, penyelundupan itu akhirnya bisa diungkap petugas.

Omzet penjualan sabu-sabu itu terbilang besar. Nilainya mencapai Rp 8 miliar. Kini penyidik masih mendalami ada tidaknya tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus tersebut. ”Kalau TPPU, kami masih selidiki. Kami sedang selidiki juga berapa jumlah asetnya,” ungkapnya.

Setelah menangkap tiga kurir pengantar sabu-sabu, kini BNNP sedang memburu pemesan narkoba tersebut. Menurut Wisnu, pemesannya berasal dari Sokobanah, Sampang, Madura. Petugas sedang mendeteksi posisi pemesan tersebut. Dia menyebutkan, pengedar narkoba internasional itu masih jaringan lama. Namun, modusnya baru. ”Kami masih mengejar pemesannya di Madura. Bukan orang baru kok. Masih orang lama. Kami akan terus kejar sampai dapat,” tuturnya.

Seperti diberitakan, BNNP Jatim menangkap tiga kurir sabu-sabu jaringan internasional. Zainab dan Indah Pratiwi adalah kakak beradik. Para tersangka nekat menjadi kurir sabu-sabu karena diiming-imingi upah besar. Upah itu bukan berupa uang, melainkan satu unit mobil Honda Jazz. Mereka menyelundupkan sabu-sabu dengan menggunakan kereta api jurusan Jakarta–Surabaya. Setiba di Stasiun Pasar Turi, keduanya menuju sebuah hotel di Jemursari.

Hotel itu sudah dipesankan bandarnya. Keduanya tinggal menempati atas petunjuk bandar. Saat meninggalkan kamar, keduanya ditangkap. Tersangka lainnya juga ditangkap saat akan mengambil sabu-sabu. Mereka mengaku baru dua kali menyelundupkan narkoba dari Malaysia ke Indonesia. Keduanya mengaku diperintah seorang bandar dari Malaysia. Jaringan itu terputus. Saat ini petugas masih menyelidiki siapa bandarnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore