
TRAGIS: Salah seorang warga menunjukkan kamar kos Ayudiah di Kampung Malang Gang V kemarin. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com – Rahman Arif masih ingat kali terakhir menghubungi istrinya, Ayudiah Satria Utami. Senin (28/10) pukul 23.00, dia video call dengan istri dan anaknya. Arif mengadu nasib di Bali, sedangkan Ayudiah bekerja di Surabaya. ’’Saat itu saya janji pulang minggu depan. Sebab, ada hajatan sunat anak,’’ katanya kemarin (29/10).
Ketika itu, kata Arif, tidak ada yang berbeda pada istrinya. ’’Tiap malam video call dan tidak ada masalah. Semua terlihat sehat,’’ lanjutnya. Dia juga tidak punya firasat apa pun. Hanya, dia mengakui bahwa istrinya memiliki riwayat penyakit jantung. ’’Kalau begini, semua harapan sirna. Padahal, saya dan istri ingin sekali memperbaiki rumahnya di Keputran Panjunan Gang 3,’’ tambahnya.
Ternyata, video call tersebut merupakan komunikasi terakhir laki-laki 42 tahun itu dengan istrinya. Esok paginya, perempuan 38 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Jalan Kampung Malang Gang V. Yang bikin mata berkaca-kaca, Ayudiah meninggal di depan anaknya, A, 7 bulan.
Kejadian tragis tersebut diketahui tetangga yang mendengar tangis A. Nunuk Sumartini, tetangga Ayudiah, mengatakan mendengar tangis A sejak sebelum subuh. Dia tidak curiga. Namun, tangis bayi tersebut tidak kunjung berhenti.
Nunuk lantas mengetuk pintu kamar Ayudiah. Namun, tidak ada jawaban. Kelambu penutup jendela lantas disingkap. ’’Saya lihat wajahnya pucat. Tubuhnya kaku, tangannya menggenggam,’’ ungkapnya. Dia berusaha mencari keberadaan A, tetapi tidak terlihat.
Temuan tersebut lantas dilaporkan ke tetangga lain. Warga mulai datang ke lokasi pukul 06.30. Pintu kamar Ayudiah dibuka. Tetangga kos pun panik. Ayudiah yang dikenal ramah ternyata sudah tiada. ’’Si A ada di bawah meja. Dia tengkurap sembari melihat ibunya yang sudah menjadi jenazah,’’ ucap Nunuk.
Marini, tetangga kamar Ayudiah lainnya, lantas menggendong A. Saat itu kondisinya tidak menangis. Hanya diam. A lantas dibawa ke kamar Marini. Arif pun diberi tahu kabar buruk tersebut.
Meninggalnya Ayudiah mengagetkan warga sekitar. Sebab, pada Selasa pukul 01.00 dia keluar kamar untuk beli kerupuk di toko kelontong depan kosnya. ’’Saat itu wajahnya sudah pucat, pokoknya berbeda,’’ ucap Narsih, pemilik toko.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Tegalsari Iptu Kennardi Dewanto mengatakan, berdasar visum dan penuturan tetangga korban, Ayudiah meninggal karena sakit yang diderita. ’’Korban juga sering mengeluhkan sesak napas ke tetangga dan saudaranya. Sebelum meninggal, dia bilang capek saat ditanya tetangganya,’’ tambahnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
