
FOKUS DI NTT: Basuki Tjahaja Purnama setelah mengikuti seminar di kampus Universitas Kristen Petra, pertengahan Agustus lalu. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan tidak akan maju ke pencalonan wali kota Surabaya 2020. Keputusan itu disampaikan setelah spanduk terkait dukungan pencalonannya muncul di beberapa kampung di Surabaya.
BTP –sapaan barunya– memberikan tanggapan tersebut setelah menghadiri seminar wawasan kebangsaan di Universitas Kristen (UK) Petra kemarin (19/8). BTP mengatakan, dirinya tidak mungkin menjadi calon wali kota Surabaya karena tidak ada perintah dari PDI Perjuangan. ”Saya bilang itu enggak mungkin saya ditugaskan jadi wali kota Surabaya. Kader-kader itu (Surabaya, Red) masih banyak yang baik-baik,” terangnya.
BTP mengungkapkan, dirinya kini ditugasi PDI Perjuangan untuk mengajar di sekolah politik. Dia mengajarkan penganggaran dan cara penggunaan hibah. Saat ini dia bertugas di Nusa Tenggara Timur (NTT) ”Jadi, tidak ada partai yang menugasi saya jadi wali kota Surabaya,” jelas mantan bupati Belitung Timur itu.
Perintah partai tersebut tidak hanya berlaku di Surabaya, tapi juga di semua daerah. Hingga kemarin, BTP belum diperintah untuk menjadi kandidat calon kepala daerah. Termasuk di NTT tempat dia kini mengajar sekolah politik.
Disinggung soal dukungan warga Surabaya agar dirinya maju sebagai calon wali kota, BTP menyatakan hanya patuh pada perintah partai. ”Saya sebagai kader partai tentu ikutin perintah partai,” tuturnya.
BTP juga menanggapi soal pertemuan dengan beberapa pengusaha di Surabaya tadi malam. Dia memastikan, pertemuan itu tidak membahas politik, tapi tentang usaha. Bagaimana cara pengusaha itu bisa berbagi dan berempati. Misalnya, mengarahkan CSR secara tepat sasaran.
”Ya, karena yang datang mampu. Ya ketemu Ahok bayar tiket deh,” tuturnya, lantas tertawa.
Sebelumnya, pria 53 tahun tersebut sempat masuk bursa pilwali Surabaya. Namanya disebut pemerhati politik dari Damai Center for Social Life, Belinda Ho. Nama BTP diusulkan bersama ulama muda Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans dan politikus PSI Dhimas Anugrah.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, hingga kini belum ada instruksi dari DPP soal bakal calon wali kota dari partai banteng. ”Belum ada instruksi. Belum menyebut sosok,” jelasnya.
Awi, sapaan akrabnya, menyebut kini DPC sibuk melakukan konsolidasi partai. Khususnya menyolidkan seluruh kader untuk persiapan pilwali tahun depan. (elo/c7/git)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
