
BONGKAR JARINGAN: Irjen Toni Harmanto (kiri) dan Kombespol Totok Suharyanto saat rilis tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Polda Jawa Timur kemarin (13/6).
JawaPos.com – Ahmad Zaini, 44, tak pernah menyangka ajakan istrinya, Iid Astutik Puji Rahayu, 29, bekerja di Kamboja akan berbuah pahit. Bukannya mendapat penghasilan seperti yang diharapkan, mereka justru menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Bahkan, kata Zaini, istrinya masih ditahan oleh perusahaan tempat mereka pernah bekerja. "Istri saya masih di sana. Dijadikan jaminan. Mereka minta tebusan Rp 115 juta kalau mau istri saya bebas," kata Zaini dengan nada suara bergetar di Mapolda Jatim kemarin (13/6). Warga Jember itu merupakan satu di antara dua korban TPPO yang berhasil dipulangkan Polda Jatim.
Zaini dan istri bersama enam orang lainnya berangkat ke Kamboja pada April lalu melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Mereka dijanjikan bekerja di bagian administrasi sebuah perusahaan di Kamboja oleh Amadina Prissela Putri. "Istri saya yang tahu lowongan pekerjaannya. Nggak tahu dari mana," ungkapnya.
Zaini dan istri tertarik karena dijanjikan gaji Rp 10 juta per bulan. Mereka juga tak perlu repot mengurus dokumen persyaratan. Sebab, semua sudah diatur Amadina. "Kami tinggal berangkat," jelasnya.
Namun, perkiraan pasutri itu meleset. Setiba di Kamboja, mereka tidak dipekerjakan sebagai pegawai administrasi. Namun, diminta menjadi scammer yang bekerja secara online. "Kami ditugaskan menipu orang Indonesia," ungkapnya.
Zaini enggan memerinci detail tugasnya. Dia khawatir dengan keselamatan istrinya di Kamboja. "Yang pasti, perusahaan memakai platform untuk menipu. Orang-orang kaya di Indonesia ada di datanya. Kami ditugaskan merayu mereka agar tertipu," terangnya.
Zaini menyebutkan, bayarannya disesuaikan dengan hasil menipu. "Bulan pertama dibayar Rp 4 juta," katanya. Namun, dia dan istri dinilai tidak layak oleh perusahaan. Mereka diminta bekerja ke perusahaan lain. "Di tempat kedua tidak digaji," jelasnya.
Zaini tak begitu mempersoalkannya. Namun, dia meminta agar bisa pulang ke Indonesia. Tetapi, perusahaan punya pandangan lain. ’’Mereka mengaku rugi karena sudah membeli kami,’’ ujarnya.
Zaini diperbolehkan pergi, tapi tidak dengan istrinya. Sebab, tujuannya adalah mencari uang Rp 115 juta untuk menebus istri. Zaini yang kebingungan akhirnya mengadu ke kedutaan di Kamboja. Kasus itu lantas diteruskan ke Polda Jatim. Zaini kemudian diongkosi pulang.
Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto menyatakan, kasus yang dialami Zaini adalah salah satu modus TPPO yang ditangani jajarannya. Amadina sebagai penyalur telah ditangkap. ’’Berdasar hasil pemeriksaan, yang bersangkutan mendapat bayaran dari agen kenalannya di Kamboja,’’ terangnya. Dia dibayar Rp 5 juta per kepala orang yang diberangkatkan.
Jenderal bintang dua itu menyampaikan, sejak awal tahun lalu pihaknya menangkap 33 pelaku TPPO. Mereka diketahui sudah memberangkatkan 225 orang ke sejumlah negara secara non prosedural. ’’Selain makelar yang berperan mencari sasaran di lapangan, kami juga memproses direksi atau pemimpin perusahaan penyuplai yang menyalahi aturan,’’ tuturnya.
Empat di antaranya dihadirkan dalam konferensi pers kemarin. (edi/idr/c18/c7/oni)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
