Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Juni 2023 | 22.57 WIB

Aplikasikan Cat Anti Mikroba untuk Bus Listrik G20 di Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama tim Co Film yang akan mengaplikasikan cat antimikroba di bus listrik.


JawaPos.com
– Kesadaran masyarakat mengenai sanitasi dan higienitas pasca pandemi makin tinggi. Contoh terbaru datang dari aplikasi cat anti mikroba yang kini mulai diaplikasikan untuk sarana transportasi. Kali ini, startup cat anti mikroba mencoba untuk melapisi bus listrik G20 Surabaya.

CEO CoFilm Indonesia Royyan Wafi Pujiyanto mengatakan, langkah tersebut merupakan salah satu perluasan dari penerapan produk pelapisnya. Selama ini, produknya digunakan untuk fasilitas kesehatan.

’’Setiap bulannya, kami bisa memproduksi 500 - 1.000 liter. Tapi, kebanyakan memang proyek untuk rumah sakit atau klinik,’’ papar lulusan ITS tersebut pada acara pemberian proteksi antimikroba untuk bus listrik G20 Surabaya Sabtu (10/6).

Teknologi tersebut penting untuk fasilitas yang rentan infeksi. Sebab, pelapis tersebut bisa menekan penyebaran bakteri selama dua tahun. Hal tersebut lebih efisien daripada pengaplikasian disinfektan setiap hari.

Kali ini, dia mencari perkembangan implementasi dari teknologi tersebut. Sektor transportasi jadi salah satu pilihan karena menjadi tempat lalu lalang masyarakat. ’’Bus listrik kami pilih karena juga bertepatan dengan visi net zero emission (NZE). Sehingga teknologi ramah lingkungan juga dibarengi dengan peningkatan kesadaran kesehatan,’’ paparnya.

Sementara itu, perwakilan Wismilak Foundation Anastesya Ftaraya mengatakan, pihaknya menyokong upaya tersebut karena sesuai dengan visi dan misi mereka. Dia mengatakan bahwa langkah ini tak hanya menyasar masalah sosial dan kesehatan. Namun, juga mendukung kota Surabaya dalam mengurangi emisi karbon.

Dia menerangkan, implementasi tersebut bukan kerja sama yang pertama dengan startup milik Wafi. Tahun lalu, yayasan tersebut juga mendanai pelapisan cat antimikroba untuk Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya (RSUA).

Baca Juga: Berbisik dengan V BTS, Jang Hansol Ungkap Aroma Tubuh hingga Kepribadiannya

''Kami melakukan ini karena masyarakat di masa pandemi sangat rentan penularan virus dan bakteri. Sedangkan, teknologi ini sudah teruji mampu membasmi berbagai jenis virus, bakteri bahkan jamur,'' ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, resistensi antimikroba juga menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang cukup mendesak. Diambil dari data Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, resistensi antimikroba bahkan dapat menyebabkan kematian yang dapat mencapai angka 10 juta orang per tahun di tahun 2050, dengan distribusi di Asia dapat mencapai 4,7 juta.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore