Rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke kawasan Tambak Osowilangun (TOS) dipastikan tidak berdampak pada keberadaan Pasar Daging Arimbi.
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke kawasan Tambak Osowilangun (TOS), tidak berdampak pada keberadaan Pasar Daging Arimbi.
Sentra daging di Kota Pahlawan tersebut dipastikan tetap beroperasi di Jalan Arimbi, Kecamatan Semampir. Kepastian itu disampaikan oleh Dirut PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho.
"Jadi yang pindah ini adalah jagal ya, atau lebih tepatnya pemotongan hewan sapi. Sedangkan kalau pasar pegirian yang saat ini terkenal dengan pasar daging itu tetap di Jalan Arimbi,” tutur Fajar, Rabu (14/1).
Sementara itu, rencana relokasi RPH ke kawasan Tambak Osowilangun (TOS) tetap dilakukan usai Idulfitri 2026, meskipun mendapat protes keras dari para jagal dan pedagang daging.
Fajar mengatakan bahwa relokasi ini dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan wisata religi Ampel. Secara fungsi dan fasilitas yang tersedia, RPH Osowilangun juga sudah siap digunakan.
Namun ia juga memahami sikap para jagal yang enggan pindah. Oleh karena itu hingga akhir Maret 2026, Pemkot Surabaya memberikan waktu dan memperbolehkan para jagal beraktivitas seperti biasa di RPH Pegirian.
Namun setelah itu, semua jagal wajib berpindah ke Osowilangun. "Jadi selama Januari, Februari, Maret, memanfaatkan dua RPH sekaligus secara paralel, tujuannya untuk mengecek apakah RPH baru sudah sesuai atau tidak,” imbuhnya.
Selain alasan penataan kawasan wisata religi Ampel, fasilitas peralatan RPH Pegirian, lanjut Fajar, sudah tidak lagi maksimal. Banyak alat yang sudah aus, sehingga membutuhkan adanya pembaruan.
“Kami buat persis seperti Pegirian, tidak ada yang berubah, namun tempatnya lebih modern dan Ipalnya lebih maksimal, tidak seperti di RPH Pegirian yang sudah sangat tua sejak 1927, banyak alat yang aus," imbuhnya.
Di sisi lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M. Fikser mengatakan rencana relokasi RPH sudah disosialisasikan sejak 2016. Karena itu, relokasi tetap dilakukan setelah Hari Raya Idulfitri 2026.
“Mereka minta untuk tidak dipindah, tetapi kami coba jelaskan bahwa program ini sudah sejak 2016 dan sudah direncanakan dalam rencana pembangunan kota, termasuk penataan kota di kawasan religi," ucap Fikser.
"Isu-isu yang mereka sampaikan seperti jarak, kesiapan tempat, insya Allah kita dari pemerintah kota sudah siapkan untuk kendaraan pengangkut daging ketika disembelih, dan sebagainya,” tukasnya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
