Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Juni 2023 | 20.09 WIB

”Merah Hitam” di Jalan Raya Lontar dan Lakarsantri, Kemacetan Dipicu Volume Kendaraan, Sudah Lebihi VCR

PADAT: Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Lontar kemarin (5/6). Kemacetan disebabkan volume kendaraan tidak sebanding dengan kapasitas jalan. - Image

PADAT: Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Lontar kemarin (5/6). Kemacetan disebabkan volume kendaraan tidak sebanding dengan kapasitas jalan.

JawaPos.com – Jalan Raya Lontar dan Lakarsantri–Menganti kerap macet. Salah satu penyebabnya adalah penambahan volume kendaraan tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan.

Jalan Raya Lontar terpantau padat Senin (5/6). Terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.

Pada tengah hari tidak terlalu macet. Kepadatan juga dipicu adanya dua polisi tidur yang melintang dan antrean kendaraan yang hendak masuk ke pusat perbelanjaan. Kendaraan yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan.

Kepadatan itu juga terlihat pada aplikasi Google maps. Pada pukul 18.16, beberapa titik ruas Jalan Raya Lontar berwarna merah hingga merah gelap. Terutama dekat pertigaan traffic light.

Kanitlantas Polsek Lakarsantri Ipda Gatot Wijanarko mengatakan, kepadatan di Jalan Raya Lontar dipicu volume kendaraan yang naik di jam-jam tertentu. Ditambah lagi kontur jalan yang bergelombang.

”Buktinya, kemacetan tidak terjadi setiap waktu,” ujarnya Senin (6/5).

Untuk mengantisipasi kepadatan, polisi menyiagakan sejumlah personel saat jam macet. Petugas turun di persimpangan untuk mengurai kemacetan.

”Kadang juga ada pengendara nakal yang maunya nyerobot. Makanya perlu diatur,” papar Gatot.

Jalan Raya Lakarsantri–Menganti juga langganan macet. Pada pukul 18.00, aplikasi Google maps menunjukkan warna merah hingga merah gelap di pertigaan yang menghubungkan Driyorejo, Surabaya, dan Menganti. Bahkan, kemacetan dari arah Driyorejo menuju TL mencapai 1,5 km.

Dari data survei kinerja lalu lintas Dishub Kota Surabaya 2022, Jalan Raya Lakarsantri–Menganti memiliki kapasitas 2.442 kendaraan dan dilintasi oleh 1.548 kendaraan.

Volume capacity ratio (VCR) hanya 0,62 dari skala 0–1. Sedangkan Jalan Raya Lontar menjadi satu di antara lima jalan terpadat di Kota Surabaya. VCR-nya mencapai 0,92 dalam skala 0–1, yang artinya jalan itu sangat padat.

”Kapasitasnya 2.200 kendaraan, terisi 2.209 kendaraan,” ujar Widodo, subkoordinator manajemen dan rekayasa lalu lintas Dishub Surabaya. (fur/edi/c6/aph)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore