
Ilustrasi police line. (Adnan Reza Maulana/Dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Kasus penemuan jenazah bayi di tong sampah di kawasan Benowo mulai menemui titik terang. Polsek Benowo sudah mengamankan seorang pelaku, Minggu. Kini polisi masih melakukan pengembangan.
Kapolsek Benowo AKP Nurdianto Eko Wartono mengatakan, pihaknya berfokus menuntaskan kasus penemuan bayi di tong itu. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan hingga olah TKP dan didukung oleh barang bukti yang ada, polisi sudah mengamankan terduga pelaku.
’’Kami sudah mengamankan terduga pelaku. Hingga saat ini, kami masih terus melakukan pengembangan,’’ ujar Nurdianto Minggu (21/5).
Rencananya, hari ini Polsek Benowo akan membeberkan terduga pelaku yang diamankan tersebut. Polisi juga akan menyampaikan kronologi kejadian. Itu berdasar hasil temuan dan pemeriksaan saksi. ’’Hari ini kami press release,’’ ujar Nurdianto.
Sementara itu, Ketua RT 11 RW 2 Kandangan, Kecamatan Benowo, Imam Makali mengatakan bahwa warga sekitar sebenarnya sempat mencurigai pelaku pembuangan bayi tersebut adalah warga luar.
Namun, itu terbantahkan dengan adanya rekaman CCTV yang dia miliki. ’’Saya sempat cek rekaman CCTV di waktu sekitar 11.00–13.00, tidak ditemukan adanya warga luar yang masuk. Semua dapat dikenali,’’ ujar Imam, Minggu (21/5).
Kecurigaan lantas berpindah pada sosok penghuni kos berinisial N. Sebab, fisik dan cara jalan N akhir-akhir ini seperti orang hamil. ’’Si N ini tinggal bersama kakaknya di kosan itu dan sudah sering ditegur warga karena sering berpacaran di dalam kamar,’’ kata Imam.
Informasi warga itu diteruskan Imam kepada petugas kepolisian. Alhasil, pada pukul 02.30, kakak N dibawa polisi untuk diperiksa. ’’Saya yang mengetuk pintunya,” ujar Imam.
Seperti diberitakan sebelumnya, Mochamad Solichin, seorang pemulung, menemukan mayat bayi terbungkus tas kresek Jumat (19/5) lalu. Mayat itu ditemukan di tong sampah depan rumah kos Jalan Tengger Rejo Mulyo V/D 18 pada pukul 12.05.
Awalnya, dia menduga itu boneka. Namun, ketika bungkusan tersebut dibuka, Solichin melihat jari bayi. Melihat itu, dia bergegas melapor ke RT.
Kondisi mayat bayi itu mengenaskan. Selain berlumuran darah, tali pusarnya juga masih menempel. Pihak kepolisian segera turun untuk memeriksa warga sekitar dan sejumlah saksi. (fur/c6/aph)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
