Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Oktober 2025 | 14.19 WIB

Kementerian ESDM Cek Kualitas Pertalite di SPBU Surabaya, Pastikan BBM Tak Tercampur Air

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, meninjau SPBU Jalan Kayoon Surabaya, Rabu (29/10/2025). Ia memastikan tidak ada kandungan air dalam BBM Pertalite. (Riana Setiawan/Jawa Pos) - Image

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, meninjau SPBU Jalan Kayoon Surabaya, Rabu (29/10/2025). Ia memastikan tidak ada kandungan air dalam BBM Pertalite. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Maraknya kasus mesin kendaraan sepeda motor tiba-tiba mogok atau brebet setelah mengisi BBM jenis Pertalite mendapat atensi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman meninjau langsung sejumlah SPBU di Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, dan Kabupaten Malang pada Rabu (29/10).

Di Surabaya, Laode mengecek kualitas BBM di SPBU Pertamina 54.601.79 yang berada di Jalan Kayoon No. 48, Surabaya.

Pemeriksaan meliputi uji visual guna memastikan BBM dari dispenser tetap jernih dan tidak tercampur kandungan air. 

Kemudian dilakukan uji pasta air. "Jadi pastanya kita oleskan di dalam pipa, kita masukkan ke dalam BBM, kalau warna kuning itu tidak berubah, artinya tidak terdapat kandungan air di dalamnya," tutur Laode, Rabu (29/10).

Pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap tiga objek berbeda, yakni truk pengangkut BBM, dispenser penyalur BBM dari tangki ke kendaraan, serta tangki penyimpanan bawah tanah di SPBU Kayoon. 

"Kita cek juga di tangki pendamnya, kita cek di dispensernya, itu semua ternyata warnanya tidak berubah, tetap warna kuning. Apabila terdapat kandungan air, tadi kita sudah perlihatkan juga, itu dia akan berubah warnanya menjadi merah, dan itu tidak ditemukan," imbuhnya.

Sementara, uji visual dilakukan dengan membandingkan warna BBM yang disimpan dengan indikator kejernihan, untuk memastikan apakah terdapat kotoran ataupun kontaminan yang dapat memengaruhi kualitas bahan bakar.

"Kita lakukan uji visual, semua itu adanya di nomor satu atau tidak terdapat kontaminan di dalam BBM-nya. Artinya tidak ditemukan adanya free water atau air yang tercampur di dalam BBM," terang Laode. 

Meski hasil pengujian di lapangan menunjukkan BBM tak tercampur dengan air, Kementerian ESDM tetap meminta Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus untuk melakukan proses investigasi lanjutan.  

"Yang perlu saya sampaikan, keluhan (masyarakat) ini sifatnya dugaan. Masih akan diinvestigasi lagi oleh Pertamina. Apabila penyebabnya Pertamina, tentu akan dilakukan langkah-langkah selanjutnya," pungkasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore