
Komisi C DPRD Surabaya Dukung Penundaan Pembangunan RS Surabaya Selatan: Langkah Realistis. (Instagram @aning_rahmawati)
JawaPos.com - Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunda pembangunan RS Surabaya Selatan, karena adanya pemangkasan TKD 2026, justru mendapat respons positif dari Komisi C DPRD Kota Surabaya.
Menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, langkah Pemkot Surabaya realistis di tengah tekanan keuangan daerah. Terlebih, pendapatan RSUD Eka Candrarini atau RS Surabaya Timur juga belum optimal.
"Tidak dihilangkan, tetapi ditunda. Kenapa kok ditunda? Karena RS Surabaya Timur yang ditargetkan pendapatannya Rp 100 sekian miliar, ternyata hanya terealisasi sekitar Rp 20 miliar," tutur Aning di Surabaya, Kamis (23/10).
Realisasi pendapatan yang jauh di bawah target, membuat DPRD dan Pemkot Surabaya lebih memprioritaskan RSUD Eka Candrarini dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH), agar dapat dapat beroperasi lebih stabil dan berkembang.
“Keduanya masih perlu penguatan dari sisi layanan dan pendapatan. Kalau RS Surabaya Timur sudah stabil dan BDH juga berkembang, baru kita akan anggarkan pembangunan RS Surabaya Selatan," imbuhnya.
Politikus PKS ini menyebut pembangunan RS Surabaya Selatan tetap menggunakan APBD, namun tidak di 2026. Terkait opsi kerja sama dengan swasta dalam pembangunan RS, hal tersebut masih belum disepakati.
“Modelnya nanti seperti apa, apakah dengan pihak ketiga atau sistem Build, Operate, Transfer (BOT), itu masih akan kita bahas. Yang jelas, dengan kondisi keuangan saat ini, realistis saja. Kita memperkuat rumah sakit yang sudah ada dan infrastruktur dasar," tegas Aning.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan ada pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp 730 miliar. Hal ini membuat pihaknya harus menata ulang alokasi APBD 2026.
Salah satunya menunda pembangunan RS Surabaya Selatan. Eri menyebut alokasi APBD 2026 akan difokuskan pada program-program prioritas, seperti pembangunan infrastruktur jalan.
“Untuk 2026 kan yang dipotong Rp 730 miliar itu, makanya kita tidak menjalankan dulu untuk yang rumah sakit, tetapi yang prioritas, seperti jalan, infrastruktur yang kita jalankan dulu," pungkas Wali Kota Eri.
Pembangunan jalan diharapkan dapat menggerakkan perekonomian warga sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas. Terlebih pada 2026-2027, Pemkot memiliki sejumlah proyek jalan yang bersifat multiyears (tahun jamak).
Di antaranya proyek jalan tembus Wiyung - Lidah Wetan, penyelesaian kolam tampung di Jalan Radial Road, pembukaan akses jalan Pacar Keling, serta evaluasi pembangunan jembatan di Royal Residence yang terhubung ke JLDB (Jalur Lingkar Dalam Barat).

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
