Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 00.37 WIB

13 Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Dirawat di RSUD RT Notopuro, Dua Santri Jalani Amputasi

Daftar nama korban ambruknya Musala Al Khoziny di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com) - Image

Daftar nama korban ambruknya Musala Al Khoziny di RSUD RT Notopuro Sidoarjo, Kamis (2/10). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com—Sebanyak 13 santri korban ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, masih menjalani perawatan intensif di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Kondisi mereka terus dipantau secara ketat oleh tim medis rumah sakit.

Direktur RSUD RT Notopuro Sidoarjo Atok Irawan menyampaikan, meski ada beberapa yang mengalami luka serius, kondisi keseluruhan pasien dinyatakan stabil. Dua di antaranya bahkan harus menjalani amputasi akibat lukanya.

"Yang kami rawat kemarin ada delapan, sore bertambah lima, jadi total 13 santri. Alhamdulillah kondisi mereka stabil, meski ada yang harus menjalani operasi besar," ujar Atok Irawan, Kamis (2/10).

Salah satu santri yang menjadi perhatian adalah Syailendra Haikal. Dia sempat tertimbun reruntuhan musala selama dua hari sebelum akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan lemah.

Meski tubuhnya lemah, Haikal tetap bisa bercerita dengan jelas kepada tim medis. Bahkan, dia sempat berbincang panjang dengan tenaga kesehatan yang merawatnya.

“Haikal ini luar biasa, sempat dievakuasi lama tapi komunikasinya lancar. Bahkan ia sempat ngobrol banyak dengan kami,” terang Atok.

Selain Haikal, beberapa santri lain juga masih menjalani perawatan intensif. Mereka di antaranya Wahyudi, Al Fatih, Taufan Saputra Dewa, dan Abdul Rozi.

Namun, kondisi Abdul Rozi cukup berat karena harus menjalani amputasi kaki. Sehari sebelumnya, lengan kirinya juga telah diamputasi akibat luka serius.

Menurut Atok, kondisi tulang Abdul Rozi sebenarnya normal dan tidak mengalami retakan. Namun pembuluh darah terjepit sehingga aliran nutrisi terhambat hingga terjadi nekrosis.

“Abdul Rozi, tulangnya normal, tidak ada retakan, tapi pembuluh darah terjepit hingga aliran nutrisi tidak bagus. Bahkan mengalami nekrosis sehingga harus diamputasi,” jelas Atok Irawan.

Kendati demikian, semangat para santri tetap tinggi meski harus menghadapi luka berat. Tim psikologi rumah sakit juga diterjunkan untuk mendampingi proses pemulihan mental mereka.

Atok menyebut, para santri memiliki mental luar biasa kuat meski mengalami cobaan berat. Bahkan, Haikal yang baru saja diselamatkan dari reruntuhan sudah bisa makan dengan lahap.

“Saya lihat mental anak-anak ini luar biasa, tetap semangat. Bahkan Haikal sudah bisa makan dengan lahap,” tutur Atok Irawan.

Dari 13 pasien, satu orang masih berada di ruang ICU untuk observasi ketat. Kondisinya terus dipantau dokter untuk memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut.

Sementara itu, beberapa pasien lain yang sudah menunjukkan perkembangan positif dipersiapkan untuk segera dipulangkan. Pihak rumah sakit memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore