
Bau Anyir Mulai Menyengat di Sekitar Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo yang Ambruk. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Bau anyir mulai dirasakan oleh orang-orang yang berada di sekitar Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, setelah salah satu bangunannya tiba-tiba rubuh pada Senin (29/9).
Hal ini diamini oleh Wahyono, 57 tahun. Warga Sampang, Madura itu mengakui bahwa beberapa kali mencium bau tak sedap, saat memantau proses evakuasi dan pencarian korban.
"Iya bau (anyir) kadang-kadang. Ngerasa baunya sekelebat saat angin berhembus," ujar Wahyono yang sudah sejak siang hari berada di lokasi, memantau proses evakuasi dari luar garis polisi kepada JawaPos.com, Rabu (1/10).
Ia juga bercerita bahwa salah satu kenalannya ada yang sempat masuk ke depan gerbang asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny, jarak 7 meter dari lokasi bangunan yang ambruk. Di sana, bau anyir cukup menyengat.
Wahyu merupakan salah satu wali santri dari korban selamat dalam tragedi runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny. Sayang, satu ponakannya hingga Rabu sore belum ditemukan.
"(Yang jadi korban) anak saya dan ada ponakan. Anak saya selamat, dia ikut Salat Ashar berjamaah, waktu rakaat kedua antara Itidal dan ruku, selang beberapa detik katanya sudah merasa roboh badan anak saya," imbuhnya.
Wahyono bercerita bahwa anaknya berhasil melarikan diri dari tragedi mencekam tersebut. Beruntung, anaknya mengami luka ringan dan hanya ada goresan pada bagian pelipis. Ia berharap ponakannya bisa segera ditemukan.
Di sisi lain, salah seorang petugas Basarnas yang tak mau disebutkan namanya mengatakan bau anyir tak begitu terasa jika dari luar bangunan, apalagi dari gerbang Pondok Pesantren Al Khoziny.
"Kalau dari gerbang ponpes, menurut saya belum begitu bau. Tetapi kalau di depan banget (bangunan yang roboh) ya lumayan, mbak. Apalagi bagi orang yang belum terbiasa (nyium bau mayit)," tukasnya.
Kronologi Singkat dan Korban Sudah Dievakuasi
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan empat lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Hingga Rabu siang (1/10), sebanyak 104 orang menjadi korban tragedi ini. Dari jumlah tersebut, 4 dilaporkan meninggal dunia.
Hingga berita ini ditulis, Rabu (1/10) pukul 17.45 WIB, Tim SAR gabungan terus berjibaku untuk menyelamatkan korban yang masih terjebam. (*)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
