Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi merespons isu pemangkasan TKD dalam RAPB 2026. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menerapkan kebijakan satu rumah hanya boleh diisi maksimal 3 kartu keluarga (KK), sebagaimana dalam SE Sekda Nomor 400.12/10518/436.7.11/2024.
Baca Juga: Kepala Batu! Benjamin Netanyahu Tantang Dunia di PBB: Akan Lanjutkan Perang Walau Ditentang Dunia
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan kebijakan ini diambil dengan pertimbangan yang matang. Salah satunya agar pemberian bantuan yang dilakukan Pemkot Surabaya bisa lebih tepat sasaran.
"Pembatasan (1 rumah maksimal 3 KK) itu sebenarnya untuk memastikan bahwa rumah itu adalah rumah yang memang cukup ditempati beberapa orang," ujar Eri Cahyadi di kompleks Balai Kota Surabaya, Sabtu (27/9).
Tujuannya positif, Pemkot Surabaya ingin menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang memang membutuhkan (tepat sasaran). Karena itu, pihaknya segera memperbarui data sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Yang kedua, kita akan tahu jumlah warga yang akan kita bantu, kalau 1 rumah lebih dari 3 KK, terus orangnya tidak tinggal di alamat itu, nggak mampu Surabaya membantu, nggak mampu," imbuhnya.
Bantuan-bantuan yang Eri maksud, seperti bantuan sekolah, bantuan keluarga miskin, bantuan pra-miskin. Bahkan, warga ber-KTP Surabaya yang mendapat bantuan-bantuan tersebut disekolahkan secara gratis.
"Makanya kalau anaknya menikah, terus masih masuk KK-nya, aku mbantu siapa berarti? akhirnya kan jadi nggak tepat sasaran. Dengan pemerataan itu, maksimal 3 KK tadi, harapannya menjadi adil dan tepat sasaran," tegas Eri.
Lebih jauh, orang nomor satu di Kota Surabaya ini menawarkan alternatif, yakni memperbolehkan 1 rumah dihuni lebih dari 3 KK. Namun, bantuan yang diberikan tetap dibatasi hanya 1 KK yang ada di alamat tersebut.
"Makanya kami sepakati, enggak apa lebih 3 KK tapi yang saya bantu 1 KK. Lek kabeh njalok bantuane Pemkot, duwite entek (kalau semua minta bantuannya Pemkot, uangnya habis," pungkasnya. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
