
JADI BUKTI: Rekaman CCTV saat Masriah melemparkan kotoran ke rumah Wiwik Winarti beberapa waktu lalu.
JawaPos.com – Kasus pelemparan kotoran manusia ke rumah tetangga di RT 01, RW 01, Jogosatru, Sukodono, memasuki tahap selanjutnya. Kedua pihak, baik korban, Wiwik Winarti, maupun pelaku, Masriah, akan dipertemukan di kantor Kecamatan Sukodono hari ini (15/5). Sementara itu, pemeriksaan kejiwaan pelaku belum dijadwalkan.
Kapolsek Sukodono AKP Supriyana membenarkan adanya pertemuan di kantor kecamatan. ’’Iya benar, Kanitreskrim yang mengundang kedua pihak besok (hari ini, Red),’’ ungkapnya.
Selain polisi, akan ada pihak dari kecamatan dan satpol PP yang terlibat. Mengenai apakah pertemuan itu terkait mediasi atau sidang tindak pidana ringan, Supriyana belum bisa membeberkan. ’’Coba ke Kanitreskrim karena dia yang mengundang,’’ tuturnya.
Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Sukodono Iptu Andri Sasongko tidak menjawab saat dikonfirmasi mengenai agenda pertemuan kedua pihak tersebut.
Soal ancaman pidana, hingga kemarin polisi belum bisa menetapkannya. Sebab, terlapor tidak sedang mengancam dengan tindak kekerasan. ’’Tidak bisa, kecuali ada kekerasan atau dengan sajam, mungkin baru bisa dijerat,’’ ungkap Supriyana.
Mengenai pertemuan di kantor Kecamatan Sukodono tersebut, pihak korban atau pelapor siap untuk datang.
’’Kami mendapat undangan untuk datang, disuruh bawa bukti rekaman CCTV dengan saksi pak RT,’’ ungkap Mas’ud, anak kedua Wiwik, ketika ditemui Minggu (14/5).
Keluarga Wiwik sudah kehabisan kesabaran setelah tujuh tahun mendapat teror. Bukan hanya pelemparan kotoran manusia. Melainkan juga terkadang ada batu kecil atau pecahan lantai yang dilempar saat keluarga Wiwik lewat di depan rumah.
Anak pertama korban, Wike, 44, mengatakan, sempat ada beberapa pihak dari keluarga Masriah yang mendatangi rumahnya pada Kamis (11/5) dan mengajak ke balai desa untuk mediasi. Pihak tersebut meminta agar masalah itu diselesaikan secara damai.
’’Kami tidak mau. Ibu juga keukeuh agar korban mendapat hukuman setimpal karena sudah bertahun-tahun ini,’’ katanya.
Pertemuan hari ini akan menjadi yang ketiga sejak 2016. Beberapa warga yang dekat dengan lokasi kejadian mengatakan, keluarga pelaku sempat ditegur warga lain. Tapi, mereka tidak peduli.
Bahkan, teguran dijawab dengan ajakan perkelahian. Alasan adik Masriah pindah dan menjual rumahnya kepada Wiwik adalah tak tahan dengan gangguan dari keluarga kakaknya tersebut. (eza/c7/any)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
