Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 20.02 WIB

Awak Bus di Terminal Purabaya Sidoarjo Mengamuk Gara-Gara Toilet Umum Mampet dan Ditutup: Problem sejak Toilet Digratiskan

Toilet bermasalah di Terminal Purabaya Sidoarjo bikin penumpang dan awak bus mengeluh. (Diky Sansiri/Radar Sidoarjo) - Image

Toilet bermasalah di Terminal Purabaya Sidoarjo bikin penumpang dan awak bus mengeluh. (Diky Sansiri/Radar Sidoarjo)

JawaPos.com – Terminal Bus Tipe A Purabaya atau Bungurasih di Sidoarjo kembali jadi sorotan usai viral video awak bus yang mengamuk akibat toilet yang ada di area keberangkatan bus antarkota tak bisa digunakan. 

Ternyata, toilet tidak bisa digunakan karena WC-nya mampet. Akibatnya, calon penumpang maupun awak bus tak bisa buang air di toilet tersebut. Kondisi ini tentunya cukup meresahkan calon penumpang.

Dalam video berdurasi satu menit itu, seorang awak bus terlihat mengamuk dan mengeluh karena toilet di area keberangkatan bus di Terminal Purabaya tidak bisa digunakan. Meski baru saja diunggah, video tersebut sudah ditonton ribuan warganet.

"Terminal Purabaya krisis toilet. Waduh, toilet gratis buntu. Kasihan perempuan pak (kalau mau ke toilet). Perut sakit, mules, tidak bisa ke toilet. (Toilet) barat dan timur ditutup," ujar pria dalam video tersebut.

Pengawas Satuan Pelayanan (Wassatpel) Terminal Tipe A Purabaya, Eko Hadi Prasetyo mengakui jika video viral tersebut dibuat di depan salah satu toilet yang sedang tidak bisa digunakan.

Menurut Eko, pengelolaan toilet yang ada di terminal Purabaya kerap bermasalah sejak pengelolaannya diambil alih pihak terminal. Sebelumnya, toilet dikelola pihak ketiga.

"Saya sudah melakukan pengecekan bersama teman-teman di lapangan dan sudah meninjau situasi maupun kondisi toilet yang ada," ujar Eko, Rabu (13/8) sebagaimana dilansir dari Radar Sidoarjo.

Sebelumnya, saat masih berbayar dan dikelola pihak ketiga, nyaris tidak ada masalah yang terjadi terkait toilet umum itu.

Setelah dikelola oleh pihak terminal, toilet tersebut digratiskan. Sejak saat itu, berbagai macam permasalahan timbul.

"Kadang-kadang dari WC-nya mampet, salurannya putus, segala macam," jelasnya.

Salah satu faktornya adalah kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola fasilitas toilet. Apalagi terminal Purabaya tergolong besar dan luas.

"SDM kita memang terbatas. Kemarin tidak ada masalah, setelah kita ambil jadi masalah," tambahnya.

Karena itu, pihaknya akan melakukan komunikasi intens dengan pengelola toilet sebelumnya untuk memecahkan permasalahan tersebut.

"Kita juga akan sampaikan ke BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) untuk mencari jalan keluar terbaik," ungkapnya.

Agar kejadian itu tidak terulang, rencananya pihak terminal akan kembali menyerahkan pengelolaan toilet ke pihak ketiga. Namun, pihaknya akan lebih dahulu berkomunikasi dengan BPTD.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore