Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 Agustus 2025 | 04.50 WIB

Komunitas Gaming Surabaya Makin Diperhitungkan di Asia Tenggara, MOBA dan FPS jadi Tren

Streamer sekaligus caster Gisma Priayudha “Melondoto” dalam community meetup Game Changer di Galaxy Solusindo WTC, Sabtu (26/7) - Image

Streamer sekaligus caster Gisma Priayudha “Melondoto” dalam community meetup Game Changer di Galaxy Solusindo WTC, Sabtu (26/7)

JawaPos.com – Dunia esports Surabaya terus berkembang. Pemain maupun komunitas gaming Kota Pahlawan tak hanya menunjukkan tajinya dalam kompetisi lokal dan nasional, melainkan punya pengaruh kuat hingga level Asia Tenggara. Khususnya dalam cabang-cabang game populer seperti Tekken dan Dota 2.

Hal itu disampaikan streamer sekaligus caster Gisma Priayudha 'Melondoto' dalam community meetup Game Changer di Galaxy Solusindo WTC, Sabtu (26/7). Surabaya selama ini berhasil menjadi 'rumah' bagi pemain kompetitif yang berkiprah di tingkat regional.

"Saat era Dota, komunitas di Surabaya sudah besar. Sekarang Tekken juga banyak pemainnya berasal dari Surabaya. Bisa dibilang, komunitas game di Surabaya saat ini salah satu yang terbesar di Asia Tenggara," terang Gisma, yang akrab disapa Melon.

Bahkan, lanjutnya, mulai era Dota pada 2011, Point Blank 2013, sampai awal-awal rilisnya Mobile Legends, Surabaya selalu dominan di turnamen regional Jawa Timur. Ditanya soal tren genre game saat ini, Melon menyebut dua genre masih mendominasi Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) dan First-Person Shooter (FPS). Dua genre itu masih paling diminati untuk kompetisi, dan audiensnya juga sangat loyal.

Setelah sempat melambat saat pandemi Covid-19, ekosistem gaming Surabaya kini kembali bangkit. Meski banyak warnet dan internet cafe tutup, pertumbuhan di sektor game mobile justru melonjak signifikan.

"Tahun 2024 ini bisa dibilang puncaknya lagi, karena kompetisi esports nasional kembali ramai. Komunitas game mobile tumbuh sangat cepat," jelas Melon.

Peluang Gamer jadi Karier Profesional Semakin Terbuka Lebar

Melon juga optimistis terhadap masa depan esports sebagai karier profesional. Ia menyebut bahwa industri ini bukan hanya soal menjadi pro player tapi juga mencakup berbagai lini lain seperti manajemen tim, pelatih, shoutcaster, kreator konten, bahkan marketing brand.

Menurut Melon, perkembangan ini menjadi peluang besar bagi generasi muda di Surabaya untuk menjadikan hobi bermain game sebagai karier yang positif. "Sudah banyak brand, bahkan di luar teknologi, yang menggandeng tim esports sebagai bagian strategi promosi. Ini peluang besar buat anak-anak muda," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) bagi mereka yang ingin menekuni profesi sebagai streamer, content creator, maupun atlet esports.

"Dengan AI, teman-teman bisa membuat karya yang lebih kreatif, bisa menghasilkan pekerjaan yang menyenangkan. Ini momentum bagi generasi selanjutnya untuk berkarya lewat game, bukan sekadar main tapi juga bisa produktif dan menginspirasi," tambahnya.

Bagi pemula yang ingin serius menekuni dunia gaming atau content creation, Melon menyarankan penggunaan perangkat berbasis teknologi NVIDIA. "NVIDIA punya fitur yang menunjang kebutuhan konten kreator, seperti filter kamera dan suara. Ini sangat membantu," jelasnya.

Meski PC gaming memiliki daya tarik tersendiri, terutama untuk visual dan performa, Melon mengakui bahwa mobile gaming masih menjadi pilihan utama. Alasannya sederhana, lebih terjangkau dan fleksibel.

"Mobile gaming bisa dimainkan dimana saja dan perangkatnya lebih murah. Kalau PC kan butuh perangkat tambahan yang tidak semua orang bisa jangkau," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore