Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Juli 2025 | 22.31 WIB

Jauhnya Jarak Sekolah Negeri dari Rumah, Warga Gresik Terpaksa Masuk Sekolah Swasta Setelah Gagal SPMB

Tampilan laman pendaftaran SPMB SMP Surabaya 2025. (smp.spmbsurabaya.net) - Image

Tampilan laman pendaftaran SPMB SMP Surabaya 2025. (smp.spmbsurabaya.net)

JawaPos.com - Semua jalur pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sudah dijajal Nila agar anaknya masuk ke SMP Negeri. Namun tidak ada satu pun yang nyantol. Mengandalkan jalur domisili, sekolah terdekat dengan rumahnya berjarak 5 kilometer. Kini terpaksa menyekolahkan anaknya di swasta.

Setiap kali SPMB bergulir, rutin jadi pembahasan warga di sekitar rumahnya di Desa Gempolkurung, Menganti. Sebab, tidak ada sekolah di dekat sana. Kalau tidak memiliki peluang khusus maka bisa dipastikan ke sekolah swasta.

Tahun ini menjadi giliran Nila, yang anaknya akhirnya mendaftar ke SMP swasta setelah tertolak di semua jalur SPMB negeri. “Ya pasti biayanya. Meski sekolah yang paling murah pun kalau ditotal juga memberatkan,” ucapnya.

Nasib itu tidak hanya dia alami. Nila beberapa kali mendengar curhatan tetangganya juga. “Kemarin teman saya tidak diterima negeri, lalu ke swasta tapi ditolak halus,” katanya.

Tetangga Nila pun juga ada siswa yang berstatus yatim. Untuk memenuhi biaya sekolah swasta cukup berat. “Kemarin saya diminta untuk bantu ngomong ke sekolah agar dapat keringanan,” imbuhnya.

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Gresik, sebaran pertumbuhan penduduk terbesar terjadi pada Kecamatan Menganti 3,53 persen; Driyorejo 3,19 persen.Yakni, tahun 2023 di Menganti 4.645 jiwa dan Driyorejo 3.433 jiwa penduduk baru. Kemudian tahun 2024 Menganti 4.240 jiwa dan Driyorejo: 3.287 jiwa penduduk baru.

Sedangkan jumlah sekolah terdapat 9 SMP swasta di Driyorejo dan 11 SMP swasta di Menganti. Namun masing-masing kecamatan tersebut baru memiliki 2 SMP negeri. “Tiap tahun kalau di sini kalau mengandalkan zonasi jelas kalah. Lalu yang tidak punya prestasi dan tidak masuk afirmasi, ini bisa beresiko putus sekolah,” ucap Eko, warga Hendrosari, Menganti.

Dari data PPDB 2024 lalu, terdapat 2.145 siswa yang lulus dari jenjang pendidikan dasar di Driyorejo. Sementara daya tampung SMP baik negeri maupun swasta hanya 32 rombel atau 1.024 siswa.

Kondisi tersebut juga terjadi di Kecamatan Menganti. Jumlah lulusan pendidikan dasar sebanyak 2.572 siswa. Sementara daya tampung SMP hanya 55 rombel atau 1.760 pelajar.

Titik yang jauh dari SMP negeri itu di antaranya Desa Kepatihan, Gempolkurung, hingga Hendrosari. Tidak hanya di selatan, di wilayah kota pun masih ada titik yang tidak terjangkau sekolah negeri. Meliputi Desa Karangkiring, Indro, Segoromadu, Dahanrejo, hingga Banjarsari.

Rojak, warga Kembangan mengaku bahwa anaknya baru saja diterima di SMP swasta. Setelah mendaftar di SMPN 20 Gresik. “Gaji saya sebulan Rp 1,5 juta. Mendaftar ke negeri tidak diterima, gimana lagi ya terpaksa ke swasta,” ujar seorang satpam perumahan itu. (son)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore