
Dua mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya), Patricia Esther Wellyana (kiri) dan Alodia Ardine Ardiningrum (kanan), menunjukkan produk kue lapis premium Avera Cake yang mereka rintis. (dok. Ubaya)
JawaPos.com - Siapa bilang kue lapis legit tak bisa mendunia? Dua mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya), Patricia Esther Wellyana dan Alodia Ardine Ardiningrum, membuktikan bahwa makanan tradisional Indonesia punya potensi besar untuk menembus pasar global. Melalui brand Avera Cake, keduanya berhasil meraih gelar startup terbaik di program Ubaya Ignite, dan berhak atas beasiswa kewirausahaan ke Tiongkok.
Bisnis kue lapis yang mereka rintis sejak 2020 itu kini tak lagi sekadar usaha rumahan. Dengan dukungan dari Ubaya InnovAction Hub (UIH), Avera Cake tumbuh menjadi startup kuliner premium yang menyasar pasar menengah ke atas, lengkap dengan inovasi cita rasa musiman seperti varian khas Natal, Lebaran, dan Imlek.
"Bisnis ini awalnya bagian dari pengembangan usaha keluarga, tapi kami kembangkan secara serius dengan pendekatan brand dan segmen pasar yang berbeda. Ketika masuk UIH, kami dapat banyak pendampingan yang membuka wawasan kami soal ekspansi dan inovasi," ujar Patricia.
Tak hanya menyabet gelar startup terbaik, keduanya juga menerima beasiswa bisnis ke Tiongkok yang akan berlangsung Oktober 2025. Beasiswa tersebut mencakup akomodasi, tiket perjalanan, serta pelatihan bisnis dan budaya.
Mereka juga dijadwalkan mengunjungi Yiwu International Trade Market—pusat perdagangan terbesar dunia dengan lebih dari dua juta produk—untuk menjalin jejaring mitra dan membuka peluang ekspor. Keberhasilan Avera Cake tak lepas dari pembinaan intensif UIH yang mengelola program Ignite sebagai pengganti skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bidang kewirausahaan.
Direktur UIH Sujoko Efferin menjelaskan, para mahasiswa mendapatkan layanan satu atap mulai dari coaching bisnis, akses pendanaan, kompetisi hibah, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). "Ini bagian dari komitmen Ubaya dalam mencetak wirausahawan muda. Beasiswa ke Cina merupakan hasil kerja sama dengan INTI Surabaya dan Yayasan BAIK Indonesia. Ke depan, tiap angkatan Ignite akan memiliki kesempatan serupa," jelasnya.
Sujoko menambahkan, UIH juga membentuk Entrepreneurship Advisory Board (EAB) yang berisi 20 perusahaan mitra dari berbagai asosiasi seperti CEO Jatim, JCI East Java, EO, dan Apindo. Selain itu, UIH juga memfasilitasi toko offline di International Village Ubaya dan tengah mengembangkan toko online untuk produk-produk mahasiswa.
Dengan bimbingan kampus dan bekal kunjungan bisnis internasional, Patricia dan Alodia menargetkan ekspansi pasar yang lebih luas, termasuk Tiongkok. "Kami ingin memahami budaya konsumen di sana. Tujuannya bukan hanya ekspor, tapi juga menciptakan varian baru yang sesuai selera lokal," kata Alodia.
Langkah mereka menandai semangat baru kewirausahaan mahasiswa Ubaya: membumikan inovasi lokal sekaligus menatap peluang global. Dari Surabaya, kue lapis legit kini bersiap melangkah ke pasar dunia.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
