
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi
JawaPos.com-Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Imam Syafi'i menyoroti kondisi keuangan RSUD Eka Candrarini yang tekor. Pendapatan rumah sakit baru itu bahkan tak sampai 5 persen dari target Rp 105 miliar.
Dalam rapat evaluasi triwulan I tahun anggaran 2025, Imam mengatakan, hingga Mei 2025, pendapatan RSUD Eka Candrarini baru mencapai Rp 3,56 miliar atau sekitar 3,39 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
"Coba bayangkan, target Rp 105 miliar, tetapi hingga Mei baru terkumpul Rp 3,56 miliar. Itu pun dengan bed occupancy ratio hanya 17 persen. Artinya RS ini belum optimal sama sekali," tutur Imam di Surabaya, Senin (9/6).
Dia menyayangkan pembangunan RS Eka Candrarini yang nyaris menghabiskan setengah triliun rupiah. Tapi belum dilengkapi peralatan medis CT Scan dan MRI yang bisa menunjang pendapatan.
"Kalau fasilitas penting seperti CT Scan dan MRI belum ada, terus apa yang bisa diandalkan untuk mengejar target pendapatan dalam tujuh bulan tersisa," keluh Politikus asal Partai NasDem tersebut.
Menurut Imam, anjloknya pendapatan RSUD Eka Candrarini juga menjadi bukti bahwa pembangunan fasilitas kesehatan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa dan tanpa perhitungan matang.
"Bahkan ketika kami tanya langsung ke Direktur RS Suwandi dan BDH yang menyebut butuh minimal lima tahun untuk rumah sakit baru bisa mandiri secara finansial. Ini tidak bisa ujug-ujug langsung untung," terang Imam.
Komisi D DPRD mendorong Pemkot Surabaya untuk melakukan evaluasi bersama. Termasuk mengkaji ulang rencana pembangunan RSUD Surabaya Selatan di Karangpilang dan RSUD Surabaya Utara (Lapangan Tembak).
"Cita-cita membangun rumah sakit baru nanti dulu. Sekarang ini saja masih bleeding, jangan mikir yang lain dulu. Biarkan rumah sakit yang sekarang ini (RSUD Eka Candrarini) jalan dulu dengan sehat," tukas Imam.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
