Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 06.40 WIB

Pemerintah Kota Surabaya Siaga Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19, Langkah Antisipasi Diterapkan

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com-Kabar meningkatnya kasus Covid-19 di beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tengah menjadi perhatian berbagai pihak. Termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Meski belum ada temuan kasus Covid-19 baru di Kota Pahlawan, Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan mulai melakukan beberapa langkah untuk mencegah wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.

“Sejauh ini, tidak ada laporan kasus Covid-19 terkonfirmasi di Surabaya dalam minggu terakhir. Kami terus melakukan pemantauan dan langkah antisipasi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina, Rabu (4/6).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor SR.03.01/C/1422/2025 mengenai kewaspadaan terhadap peningkatan kasus Covid-19

Dalam SE yang dirilis Jumat (23/5), Kemenkes meminta seluruh jajaran pemangku kepentingan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus, khususnya dari varian baru yang kini mendominasi (Covid-19 varian MB1.1).

Menindaklanjuti edaran itu, Dinkes Surabaya langsung melakukan pemantauan berkala melalui sistem Surveilans Ketat Deteksi Dini dan Respons (SKDR) dan laboratorium rujukan untuk mendeteksi dini penyebaran Covid-19.

Nanik merinci berbagai langkah antisipasi yang dilakukan Dinkes Surabaya untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pertama, mengaktifkan Surveilans ILI/SARI di puskesmas maupun rumah sakit.

ILI/SARI merupakan penyakit mirip influenza dan infeksi saluran pernapasan akut berat. Selain itu, Dinkes juga aktif melakukan edukasi protokol kesehatan bersama lintas sektor, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Ketua RT/RW.

“Kami juga aktif melakukan pemantauan ketat terhadap Pelaku Perjalanan dari Luar Negeri (PPLN) atau warga yang baru saja melakukan perjalanan dari daerah/wilayah berisiko tinggi,” imbuh Nanik Sukristina.

Nanik kemudian menginstruksikan kepada seluruh Rumah Sakit dan Puskesmas se-Kota Surabaya untuk melaporkan kasus ISPA/ILI-SARI melalui aplikasi SKDR. Hal ini bagian dari upaya deteksi dini dan komunikasi risiko.

"Kami imbau masyarakat untuk tidak panik, tetap menjaga kebersihan tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk, menggunakan masker jika sakit atau di tempat ramai, dan mengurangi mobilitas fisik yang tidak perlu," tukas Nanik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore