
Paus Fransiskus. (Reuters).
JawaPos.com – Duka mendalam menyelimuti umat Katolik di seluruh dunia setelah Bapa Suci Paus Fransiskus berpulang ke Rumah Bapa pada Senin (21/4) pukul 07.35 pagi waktu Vatikan, atau pukul 12.35 WIB.
Pengumuman resmi disampaikan oleh Kardinal Kevin Farrell, Presiden Dikasteri Kepausan untuk Awam, Keluarga dan Kehidupan, melalui siaran kantor berita resmi Vatican News.
Kabar duka ini juga dikonfirmasi oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo, kepada para uskup di Indonesia pada pukul 15.30 WIB melalui pesan suara di grup komunikasi internal para uskup.
Salah satu yang turut menyampaikan rasa dukanya secara pribadi adalah Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tribudi Utomo.
Dalam pesannya, Uskup Agustinus mengenang Paus Fransiskus sebagai sosok pemimpin Gereja yang tak hanya berdampak secara global, tetapi juga memberikan pengaruh yang sangat personal baginya.
“Bagi saya pribadi, beliau adalah pribadi yang sangat menentukan dan mengubah hidup saya,” ungkapnya.
Uskup Agustinus menjelaskan bahwa Paus Fransiskus adalah pemimpin Gereja yang menjawab doa umat Katolik di Keuskupan Surabaya yang tengah menantikan uskup baru. Melalui keputusan Paus, dirinya dipilih dan diangkat menjadi Uskup Surabaya enam bulan yang lalu. “Saya, hamba yang hina dan kecil ini, ditunjuk oleh beliau menjadi uskup Surabaya,” ucapnya.
Kenangan mendalam juga tertinggal dari kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke Jakarta pada 3–6 September 2024. Dalam lawatannya ke Indonesia, Paus Fransiskus menyampaikan pesan perdamaian dan persaudaraan lintas iman.
Salah satu momen paling berkesan adalah kehadiran beliau di Masjid Istiqlal, di mana ia menyampaikan deklarasi penting yang menyerukan persatuan dan saling menghormati. “Beliau telah menorehkan kesan mendalam dan pesan perdamaian bagi bangsa Indonesia dan bagi dunia,” kata Uskup Agustinus mengenang momen itu.
Kepergian Paus Fransiskus bukan hanya kehilangan bagi Gereja Katolik, tetapi juga bagi semua umat yang pernah disentuh oleh kesederhanaan, kasih, dan ketulusan pelayanannya. “Selamat jalan, pulang ke Rumah Bapa di Surga. Jadilah pendoa bagi kita yang masih berziarah di dunia ini,” tutup Uskup Agustinus dengan penuh haru.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
