Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 03.30 WIB

Cekcok dengan Anak Berujung Maut, Ayah Tewas di Pinggir Jalan Akibat Cedera Kepala

Dokter forensik mengungkapkan penyebab kematian lansia yang ditemukan tewas di pinggir jalan. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Dokter forensik mengungkapkan penyebab kematian lansia yang ditemukan tewas di pinggir jalan. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Seorang lansia laki-laki berinisial HMS, 64 tahun, ditemukan tewas di pinggir Jalan Pattimura, Kecamatan Sukomanunggal pada Sabtu (5/4). Kasus tersebut menimbulkan teka-teki karena ditemukan luka di bagian kepala.

Setelah melakukan penyidikan, Satreskrim Polrestabes Surabaya menemukan fakta bahwa HMS dibunuh oleh pelaku, yang tidak lain merupakan anak kandungnya berinisial AUO, 22 tahun.

Baik korban maupun pelaku diketahui adalah warga Jalan Pahang, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Hal ini disampaikan oleh Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Aris Purwanto.

Mulanya, korban mengajak pelaku untuk mencari makan di luar pada Sabtu (5/4) pukul 00.30 WIB dengan kendaraan roda dua. Posisinya pelaku membonceng korban.

Cekcok terjadi karena sepanjang perjalanan, korban memarahi dan menyalahkan pelaku terkait masalah mobil yang digadaikan. Korban menyangkut pautkan istri dan mertua.

"Pelaku tidak terima dan merasa sakit hati atas ucapan korban. Pelaku menghentikan motornya di tepi jalan dan langsung menyikut korban hingga terjungkal dari motor. Korban jatuh dan kepalanya terbentur aspal," tutur AKBP Aris, Rabu (9/4).

Sementara itu, Spesialis Forensik Rumah Sakit Bhayangkara, dokter Mustika CS membenarkan bahwa terdapat luka-luka pada beberapa bagian tubuh korban, HMS. 

"Kami melakukan pemeriksaan, baik pemeriksaan luar maupun pemeriksaan dalam. Kami temukan adanya luka-luka di kepala, bahu, dan tungkai kaki sebelah kiri," tutur dokter Mustika.

Luka-luka tersebut kemudian ditelusuri lebih lanjut melalui pemeriksaan dalam. Benar saja, terdapat cedera di kepala sisi dahi, kepala bagian kanan, dan patah tulang pada bagian kepala.

"Selain di bagian kepala, bahu dan tungkai kiri korban juga memar, tetapi lukanya pada bagian kulit saja. Hasil pemeriksaan organ dalam, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan mematikan," imbuhnya.

Dokter Mustika menuturkan bahwa korban mati lemas karena kekurangan oksigen. Kasus seperti ini sering ia temukan pada kasus cedera kepala.

"Maka dari itu, kami simpulkan bahwa sebab kematiannya (korban) karena kekerasan tumpul pada kepala yang menimbulkan pendarahan hingga mati lemas," tukas Dokter Mustika. (*)

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore