Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan pelaku pembunuhan lansia di Darmo Permai. (Humas Polrestabes Surabaya)
JawaPos.com - Misteri tewasnya seorang lansia berusia 65 tahun, yang ditemukan di pinggir Jalan Darmo Permai II akhirnya terungkap. Pelaku pembunuhan pun berhasil diamankan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Kabar ini disampaikan dalam unggahan video akun instagram @jatanrassurabaya. Dalam video tersebut, terlihat seorang laki-laki tangannya diikat dan dibawa ke gedung Mapolrestabes Surabaya.
Sayangnya, tidak terlihat jelas wajah pelaku karena disensor. Yang jelas, laki-laki tersebut mengenakan celana pendek dan kaos jersey berwarna hitam olahraga, celana pendek abu-abu, dan sandal jepit.
Terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Aris Purwanto membenarkan bahwa pelaku yang diduga membunuh lansia di Darmo Permai telah ditangkap pada Sabtu pagi (5/4). "Alhamdulillah. Iya (sudah ditangkap)," tuturnya, Selasa (8/4).
Mirisnya, sosok yang tega menghabisi nyawa lansia tersebut adalah anak kandungnya sendiri. "Inisial pelaku UAO. Motif karena sakit hati atau kesal. (Lebih lengkapnya) nanti kami rilis," imbuh AKBP Aris.
Sebelumnya, nasib tragis dialami oleh laki-laki lanjut usia (lansia) berinisial MS, 65 tahun. Ia ditemukan tewas di tepi Jalan Raya Darmo Permai II Nomor 21, Sukomanunggal, Surabaya pada Sabtu pagi, (5/4).
Usut punya usut, MS merupakan warga Jalan Pahang II A, Kelurahan Tanjung Perak, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya. Mayat korban pertama kali ditemukan oleh Ketua RT setempat.
Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Zainur Rofik mengatakan bahwa saat itu, ketua RT sedang jogging. Saat melintasi Jalan Raya Darmo Permai II, ia melihat MS sudah terbujur kaku di tepi jalan.
Saat ditemukan oleh RT Setempat, korban mengenakan atasan berwarna putih dan celana panjang hitam. Ia juga memakai sandal jepit, jam tangan, cincin, serta membawa ponsel dan uang senilai Rp 70 Ribu.
Mulanya, MS meninggal secara wajar. Namun, penyidik menemukan luka robek di kepala bagian belakang. Lansia berusia 65 tahun itu pun dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk divisum.
"Ya, ada luka di kepala belakang, luka robek. Untuk sementara karena ada indikasi (kematian) korban ini janggal, langsung kita visum luar dalam. Masalah ini ditangani Polrestabes Surabaya dan masih lidik," tukas Kompol Zainur.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
