Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Mei 2023 | 01.43 WIB

Ayah yang Membunuh Anak Kandungnya dengan 24 Tusukan Pernah Jadi Pasien RSJ Menur

SADIS: Tersangka setelah menjalani pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Gresik pada Selasa (2/5). - Image

SADIS: Tersangka setelah menjalani pemeriksaan oleh Satreskrim Polres Gresik pada Selasa (2/5).

JawaPos.com – Fakta kasus pembunuhan yang dilakukan Muhammad Qo’dad Af’alul Kirom mulai terkuak. Terutama kepribadian tentang ayah sadis asal Gresik itu. Sebab, tanpa rasa penyesalan, dia tega menghabisi nyawa anaknya yang masih berusia 9 tahun berinisial AZ.

Dari informasi yang dihimpun, pria 29 tahun itu memiliki kepribadian yang labil. Namun, dia cenderung temperamental.

Kondisi tersebut dialaminya sejak usia muda, khususnya saat masih tinggal di kawasan Kelurahan Manukan, Surabaya. ’’Sering marah-marah tanpa alasan yang jelas,’’ ujar salah seorang rekan tersangka yang tidak ingin identitasnya disebutkan Rabu (3/5).

Pria 28 tahun itu menerangkan bahwa Affan, penggilaan tersangka, kerap terlibat tawuran saat masih muda. Pergaulan bebas juga membuat tersangka terjerumus bisnis gelap narkoba.

’’Sempat menjadi kurir sabu-sabu. Hingga akhirnya tertangkap dan masuk penjara,’’ tuturnya.

Meski tersangka masuk bui, itu tidak mengubah sifat dan kepribadiannya. Bahkan, dia sering terlibat perkelahian di dalam sel tahanan.

’’Yang saya tahu, dia mencatut nama tersangka lain saat masih menjadi pengedar. Akhirnya sama-sama dipenjara dan sering bertengkar,’’ ungkapnya.

Tindakan indisipliner itu sempat membuatnya dipindahkan ke sel tikus. Sebagai bentuk hukuman di dalam rutan bagi para pelanggar aturan. Nah, setelah tersangka bebas, pihak keluarga membawanya ke RSJ Menur.

’’Seperti mengalami depresi. Pihak keluarga mungkin khawatir sehingga memaksanya untuk menjalani perawatan,’’ ujarnya.

Perawatan pun tidak berlangsung lama, bahkan tidak sampai satu tahun. Sebab, ada perubahan sikap dan kepribadian. ’’Tampak lebih tenang, bahkan sering mengikuti salat jemaah di masjid,’’ tuturnya.

Sayang, hubungan rumah tangga yang kurang harmonis diduga memengaruhi psikologis pelaku. Istrinya berinisial D memilih menjadi wanita penghibur demi mencukupi kebutuhan ekonomi. Hingga akhirnya, peristiwa tragis itu terjadi dan meregang nyawa AZ, putri kandungnya.

’’Surat pemanggilan sudah kami layangkan kepada istri pelaku. Namun, hingga detik ini, yang bersangkutan belum memenuhi panggilan,’’ ujar Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan.

Bahkan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk mencari tahu keberadaan ibu korban tersebut. Tujuannya, menggali keterangan dalam rangka penyidikan lebih lanjut.

’’Pihak keluarga tidak ada yang tahu keberadaannya (istri tersangka, Red). Upaya pencarian masih dilakukan, mohon waktu,’’ tutur alumnus Akpol 2015 itu.

Aldhino juga tidak menampik bahwa pelaku sempat menjalani perawatan di RSJ Menur. Meski demikian, dari hasil tes psikologi, tindakan bengis pelaku dilakukan secara sadar, tanpa pengaruh obat-obatan terlarang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore