Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Februari 2025 | 01.06 WIB

Puluhan Rumah di Karangpilang Terendam Banjir Luapan Kali Surabaya

Luapan air dari Kali Surabaya mengakibatkan puluhan rumah di Gang Gelatik II, Karangpilang, terendam banjir pada Selasa (25/2). (Riana Setiawan / Jawa Pos).

JawaPos.com – Luapan air dari Kali Surabaya mengakibatkan puluhan rumah di Gang Gelatik II, RT 04 RW 02, Karangpilang, terendam banjir, Selasa (25/2). Air mulai naik sejak dini hari dan mencapai ketinggian hingga 75 cm pada sore harinya. Akibat kejadian ini, sebanyak 30 kepala keluarga (KK) atau sekitar 127 jiwa terdampak.
 
Camat Karangpilang, Ipong Wisnu, menjelaskan bahwa meningkatnya debit air disebabkan oleh tingginya curah hujan di daerah hulu, terutama di Mojokerto. Hal ini membuat aliran air masuk ke Surabaya dan menyebabkan banjir di wilayah bantaran sungai.
 
"Ketinggian air awalnya sekitar 50 cm saat pertama kali naik sekitar pukul 03.00 WIB, kemudian terus bertambah hingga mencapai 75 cm. Kejadian seperti ini terakhir kali terjadi pada Februari tahun lalu, bahkan saat itu ketinggiannya sempat menyentuh satu meter," jelas Ipong kepada JawaPos.com saat meninjau lokasi, Selasa (25/2).
 
Meski air terus merendam rumah mereka, banyak warga yang memilih tetap bertahan. Nur Hasanah, salah seorang warga yang rumahnya berada di pinggir kali, mengungkapkan bahwa air mulai masuk sejak subuh dan semakin tinggi menjelang pagi. "Air mulai naik sejak jam 3 pagi, tapi makin parah setelah subuh. Barang-barang seperti kasur sudah terendam, anak-anak juga jadi tidak bisa sekolah karena harus bantu beres-beres," tuturnya.
 
 
Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke mushola terdekat. Ketua RT 04, Muafi, mengatakan bahwa meskipun pemerintah telah menyiapkan lokasi evakuasi di Panti Asuhan Muhammadiyah yang berjarak sekitar 50 meter, banyak warga yang masih ragu untuk pindah.
 
"Kami lebih nyaman di mushola supaya tetap dekat dengan rumah. Kalau pindah ke panti, khawatir rumah tidak terjaga. Tapi kalau airnya makin tinggi, mungkin kami juga akan ke sana," ujarnya.
 
Pemerintah setempat bersama BPBD, Dinas Sosial, serta pihak Polsek dan Koramil segera bergerak memberikan bantuan bagi warga terdampak. Selain menyediakan logistik, selimut, dan tempat tidur, mereka juga terus memantau situasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
 
Ipong menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Jasa Tirta dan Dinas PU untuk membuka pintu air guna mengurangi debit air. Namun, langkah ini harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menyebabkan banjir di wilayah lain seperti Jagir, Rungkut, dan Sukolilo. "Kami buka secara bertahap untuk menghindari dampak lebih luas. Kondisi terus kami pantau agar air bisa segera surut," jelasnya.
 
Warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air lebih lanjut. Pihak kecamatan dan kelurahan juga akan terus melakukan pemantauan hingga situasi kembali normal.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore