
Mega (kiri) dan dua korban penipuan arisan dan investasi bodong yang merugi hingga ratusan juta rupiah. (Juliana Christy/Jawa Pos)
JawaPos.com–Kasus dugaan penipuan berkedok arisan dan investasi bodong kembali mencuat di Surabaya. Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) kini tengah menyelidiki laporan para korban, dengan total kerugian yang dialami mencapai lebih dari Rp 800 juta. Setidaknya 90 orang telah menjadi korban dalam skema investasi ilegal ini.
Salah satu pelapor, Mega Oki, 30, mengungkapkan bahwa skema ini awalnya tampak menguntungkan, dengan iming-iming keuntungan 7 persen dari modal yang disetorkan. Selain itu, jika bisnis suami pelaku mencapai target, peserta investasi dijanjikan tambahan keuntungan sebesar 10 persen.
”Semua bermula dari ajakan untuk berinvestasi dalam bisnis suaminya. Pelaku mengandalkan relasi dan pertemanan untuk menarik lebih banyak orang agar ikut serta,” ujar Mega saat ditemui di Polda Jatim, Selasa (18/2).
Arisan dan investasi ini berkembang pesat melalui grup WhatsApp dan rekomendasi dari mulut ke mulut. Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk tenaga pendidik, serta beberapa orang dari luar kota.
Nominal yang disetorkan pun beragam, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah. Mega sendiri mengaku telah menyetor dana sebesar Rp 40 juta.
Kecurigaan mulai muncul sekitar September 2024, ketika beberapa anggota arisan kesulitan menghubungi pelaku. Berbagai upaya dilakukan untuk menemukan keberadaannya, termasuk mendatangi alamat yang tertera di KTP pelaku. Namun, para korban justru menemukan bahwa rumah tersebut telah dijual, sementara alamat lain yang diklaim sebagai tempat tinggalnya ternyata hanya rumah kontrakan.
Beberapa korban mencoba menghubungi pelaku melalui media sosial, namun tidak mendapat tanggapan. Bahkan, akun mereka diblokir di beberapa platform, seperti TikTok. Upaya untuk berkomunikasi dengan pihak keluarga pelaku juga tidak membuahkan hasil.
Mega, yang telah dua kali mendatangi kediaman pelaku, mengaku kecewa dengan respons yang diterima. ”Suaminya terus membuat janji-janji palsu, seolah-olah bisnisnya tetap berjalan dan keuntungan akan segera diberikan. Tapi nyatanya, uang kami tidak pernah kembali,” ujar Mega.
Modus investasi ini dibuat cukup rumit dengan berbagai sistem pembayaran, mulai dari bulanan, mingguan, hingga setiap 15 hari sekali. Salah satu kloter terbesar dalam arisan tersebut mencapai nilai Rp 55 juta, dengan durasi keikutsertaan mencapai 10 bulan.
Dengan laporan yang telah diajukan ke pihak kepolisian, para korban berharap pelaku segera ditemukan dan diadili sesuai hukum yang berlaku. Mereka juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengikuti arisan maupun investasi online, serta memastikan legalitas dan kredibilitas penyelenggaranya sebelum terlibat lebih jauh.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
