Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Februari 2025 | 03.39 WIB

Pemkot Surabaya Bakal Surati Dua Pinjol Terkait Kasus Penipuan UMKM di Sememi

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi instruksikan Dinkopumdag untuk surati dua aplikasi pinjol, buntut kasus penipuan belasan UMKM. (Humas Pemkot Surabaya)



JawaPos.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) menyurati dua aplikasi pinjaman online (Pinjol).

Ini buntut dari kasus penipuan yang merugikan belasan pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) di Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo. Kasus ini pun ramai diperbincangkan masyarakat.

"Maka saya minta Kadis Koperasi (Dewi Soeriyawati) membuat surat kepada kredivo dan shopee bahwa ini adalah penipuan, yang uangnya tidak masuk ke mereka," tutur Eri, Minggu (16/2).

Dalam surat tersebut, Pemkot Surabaya akan menjelaskan kronologi kasus penipuan. Termasuk menerangkan bahwa nomor telepon korban dimanfaatkan pelaku untuk mendaftar pinjaman online di kedua aplikasi tersebut.

Mulanya, korban mengikuti sosialisasi program pinjaman yang diadakan pada 31 Oktober 2024 di Kantor Kelurahan Sememi. Kegiatan ini diinisiasi Bramasta Afrizal Riyadi (BAR), yang mengaku sebagai pegawai Pemkot Surabaya.

Pelaku berhasil mengelabui korban dengan iming-iming pinjaman modal UMKM dengan bunga 0 persen. Alih-alih mendapat pinjaman, pelaku malah mendaftarkan identitas korban untuk mendapatkan pinjaman online (pinjol)

Bahkan dari penuturan salah satu korban, pelaku mengambil alih ponsel mereka untuk verifikasi KTP dan wajah. Korban baru sadar telah ditipu setelah pinjaman yang dijanjikan tak kunjung diterima. Kerugian korban ditaksir Rp 210 Juta.

Lebih lanjut, Wali Kota Eri mengimbau korban penipuan untuk stop membayar tagihan cicilan. "Saya sampaikan karena perintah dari penyidik, tidak boleh membayar lagi, karena tidak ada uang yang masuk," imbuhnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya menginstruksikan kepada camat dan lurah untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh pelaku UMKM di wilayahnya masing-masing, terkait program pinjaman modal yang lebih aman.

"Pertama kalau ada pinjaman online harap dilihat dulu berapa bungannya. Selain itu, banyak program pemerintah untuk UMKM tanpa agunan, tolong dibandingkan mana yang lebih terjangkau," tandas Eri.

Kasus penipuan yang merugikan belasan UMKM telah dilaporkan ke Satreskrim Polrestabes Surabaya dan sedang dalam penyelidikan. Namun, pelaku menghilang dan belum ditemukan hingga kini.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore