Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Februari 2025 | 13.05 WIB

Kenali Gejala Pneumonia pada Balita dan Dewasa: Jangan Tunda ke Puskesmas Jika Alami Ini

Kadinkes Surabaya Nanik Sukristina.  (Humas Pemkot Surabaya).

JawaPos.com - Penyakit radang paru-paru atau lebih dikenal dengan istilah medis Pneumonia, mendapat atensi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya. Beberapa upaya, seperti skrining dan sosialisasi pun digencarkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menyampaikan bahwa kasus Pneumonia yang terjadi di Kota Pahlawan dipicu oleh faktor polusi udara, infeksi virus, serta gaya hidup yang tidak sehat.

"Oleh sebab itu, upaya pencegahan vaksinasi, edukasi kesehatan, dan pengawasan kualitas udara penting dilakukan secara terintegrasi untuk mengurangi faktor risiko Pneumonia di masyarakat," tuturnya, Kamis (13/2)

Lebih lanjut, Nanik menuturkan beberapa faktor lain yang menjadi penyebab Pneumonia. Diantaranya infeksi bakteri, infeksi jamur, infeksi virus, faktor lingkungan, faktor komorbid, faktor usia, dan sistem imun yang lemah.

Nanik kemudian mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala-gejala Pneumonia pada balita. Pertama, dengan menghitung frekuensi nafas balita yang batuk atau mengalami kesukaran bernafas yang terjadi kurang dari 2 minggu.

"Jika ditemui adanya balita yang mengalami napas cepat, maka waspada Pneumonia. Segera memeriksakannya ke layanan kesehatan (fasyankes) terdekat,” imbuhnya.
 
Baca Juga: 6 Bangunan di Lahan RTH Jalan Tenggilis Surabaya Dibongkar Satpol PP, Apa Alasannya?

Kriteria napas cepat pada balita usia 0 - 2 bulan, yakni napas 60 kali dalam satu menit atau lebih. Sementara napas cepat pada Balita usia 2 - 12 bulan adalah 50 kali dalam satu menit atau lebih.

"Serta, balita usia 12 - 59 bulan dengan nafas 40 kali dalam satu menit atau lebih. Dan pada dewasa, jika mengalami batuk selama kurang dari 2 minggu maka diminta segera ke layanan kesehatan," tutur Nanik.

Beberapa ciri-ciri Pneumonia yang dapat dikenali, yakni mengalami batuk disertai dahak berwarna kuning, hijau, atau bahkan berdarah. Lalu sesak nafas, kesulitan bernafas atau nafas yang cepat dan dangkal. 

“Kemudian demam disertai dengan menggigil. Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada, terutama saat bernapas dalam-dalam atau batuk," ucapnya.

Kelelahan yang berlebihan dan kurang energi juga perlu diwaspadai sebagai gejala Pneumonia. Lalu gejala flu seperti pilek, sakit tenggorokan, dan nyeri tubuh yang umum terjadi pada infeksi saluran pernapasan atas.

Dalam kesempatan yang sama, Kadinkes Kota Surabaya itu mengatakan bahwa pasien Pneumonia dapat berobat ke fasyankes tingkat pertama ataupun rumah sakit dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan.

“(Bisa dicover BPJS) termasuk Pneumonia yang tergolong dalam penyakit serius dan memerlukan penanganan medis. Tergantung pada jenis perawatan,” tandas Nani. (*)
 
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore