Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Februari 2025 | 23.48 WIB

Pemkot Surabaya Menambah Rumah Pompa di Wilayah Rawan Banjir

Salah satu rumah pompa di Kota Surabaya. (Pemkot Surabaya/Antara) - Image

Salah satu rumah pompa di Kota Surabaya. (Pemkot Surabaya/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menambah rumah pompa di lima titik wilayah rawan banjir dan genangan di daerah itu.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Windo Gusman Prasetyo mengatakan, rencananya pemkot membangun rumah pompa di Karah, Kecamatan Jambangan, Rungkut Menanggal Harapan, Kecamatan Gunung Anyar, Teluk Betung, Kecamatan Pabean Cantikan, Jalan Bung Tomo Ketintang, dan Tenggilis Mejoyo. Penambahan rumah pompa ini bagian dari upaya pemkot, untuk menanggulangi banjir dan genangan di Kota Surabaya.

”Ini masih diusulkan ada sekitar lima rumah pompa. Nah, ini (anggarannya) masih diperhitungkan,” kata Windo Gusman Prasetyo seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan, kapasitas lima rumah pompa yang akan dibangun itu nanti berbeda-beda, menyesuaikan kebutuhan di masing-masing wilayah. Minimal, rumah pompa yang akan dibangun, kapasitasnya 3 meter kubik.

Dia menyebutkan dengan adanya rumah pompa tersebut, air akan lebih mudah surut ketika hujan deras, terutama saat cuaca ekstrem.

”Seperti di rumah pompa Karah, itu kan dia paling hulu untuk afour Wonorejo. Jadi kita berusaha untuk mengalirkan ke arah kali Wonokromo, sehingga nanti kita salurkan melalui rumah pompa SWK Karah,” tutur Windo Gusman Prasetyo.

Selain itu, pembangunan rumah pompa tersebut nantinya juga mempercepat aliran air di kawasan Kecamatan Gunung Anyar yang berdampingan dengan Kali Perbatasan. Jika tidak diberi rumah pompa, kawasan Rungkut Menanggal Harapan dan Rungkut Mapan akan kembali tergenang ketika volume air Kali Perbatasan itu tinggi.

Selain volume yang tinggi, air di Kali Perbatasan sulit mengalir menuju arah laut ketika terjadi rob. Ketika volume air tinggi wilayah yang terdampak, yakni Surabaya dan Sidoarjo.

”Maka kita bangun rumah pompa di kali perbatasan itu agar air tidak masuk ke area pemukiman di wilayah yang dilewati Kali Perbatasan itu,” ujar Windo Gusman Prasetyo.

Genangan dan banjir di Jalan Teluk Betung dan Teluk Nibung, menurut dia, karena saluran di kawasan tersebut terhambat kepemilikan wilayah PT Pelindo dan PT Pertamina.

”Jadi kita memang nggak bisa masuk ke arah wilayah Pelindo, Pertamina, sama Lantamal juga, sehingga untuk menahan banjirnya lewat rumah pompa (Teluk Nibung) tersebut,” terang Windo Gusman Prasetyo.

Dia berharap, penambahan rumah pompa dapat mengurangi dampak banjir dan genangan di Surabaya pada masa mendatang, mengingat Surabaya kota di wilayah dataran rendah, sehingga mudah banjir dan genangan.

”Jadi memang fungsi rumah pompa di Surabaya itu sangat penting, karena Surabaya ini kan dataran rendah. Sehingga kita berusaha untuk mengetatkan wilayah mana saja yang membutuhkan rumah pompa. Dari segi urgensi, kelimanya sama-sama urgen, tergantung nanti kesiapannya saja, perencanaan mana yang siap langsung diluncurkan (dibangun),” tandas Windo Gusman Prasetyo.

Saat ini pemkot telah memiliki 76 rumah pompa tersebar di seluruh wilayah Kota Surabaya. Puluhan rumah pompa tersebut sebagai ujung tombak penanganan banjir dan genangan ketika terjadi hujan deras dan cuaca ekstrem.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore