JawaPos.com – Universitas Airlangga (Unair) kembali membuka peluang bagi calon mahasiswa untuk diterima tanpa tes melalui jalur Golden Ticket. Tahun ini, Unair meningkatkan kuota penerimaan melalui jalur tersebut, dengan pengumuman hasilnya dilakukan sebelum Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Achmad Solihin, menjelaskan bahwa mekanisme Golden Ticket masih sama seperti tahun sebelumnya. "Ada tiga persyaratan utama bagi peserta yang ingin mengikuti seleksi Golden Ticket," ujarnya pada Sabtu (3/2).
Syarat pertama, calon mahasiswa harus memenuhi ketentuan untuk mengikuti SNBP. Kedua, prodi yang dipilih dalam SNBP harus menjadikan Unair sebagai pilihan pertama. Ketiga, peserta wajib mengikuti Airlangga Education Expo (AEE), baik secara daring maupun luring, dan memiliki bukti keikutsertaan dalam acara tersebut.
Solihin menjelaskan bahwa seleksi Golden Ticket mempertimbangkan tiga kategori prestasi. "Pertama, prestasi akademik seperti juara olimpiade mata pelajaran tingkat provinsi, nasional, atau internasional. Kedua, prestasi kepemimpinan, misalnya menjabat sebagai Ketua OSIS. Ketiga, prestasi keagamaan seperti penghafal kitab suci dari agama yang diakui di Indonesia," terangnya.
Selain itu, Unair juga menilai kesesuaian prestasi dengan prodi yang dipilih. "Sebagai contoh, seorang siswa yang menjadi juara debat bahasa Inggris tingkat internasional akan mendapatkan nilai lebih tinggi jika memilih prodi Sastra Inggris dibandingkan prodi Kedokteran, karena relevansi prestasinya lebih kuat," jelas dosen Departemen Ilmu Ekonomi Unair itu.
Berbeda dengan SNBP yang memiliki kuota tetap sebanyak 2.100 kursi, jumlah penerimaan melalui Golden Ticket bersifat fleksibel. "Tidak ada batasan jumlah yang diterima. Semuanya bergantung pada kualitas prestasi peserta. Tahun lalu, lebih dari 100 mahasiswa diterima melalui jalur ini, dan jumlahnya bisa bertambah tahun ini," ungkap Solihin.
Ia juga menambahkan bahwa ribuan siswa mendaftar pada tahun sebelumnya, tetapi hanya sebagian yang memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan. "Seleksi dilakukan secara ketat dengan proses verifikasi yang cermat," tegasnya.
Berdasarkan data tahun lalu, prodi Kedokteran menjadi yang paling diminati dalam SNBP dan Golden Ticket. Namun, hanya dua hingga tiga peserta yang diterima melalui jalur ini karena seleksi ketat dan kesesuaian prestasi yang menjadi pertimbangan utama. Sementara itu, program studi lain seperti Ekonomi, Farmasi, dan Kesehatan Masyarakat menerima lebih banyak mahasiswa melalui jalur Golden Ticket.
"Jika tahun ini semakin banyak peserta dengan prestasi yang relevan dan berkualitas tinggi, jumlah penerimaan melalui Golden Ticket juga bisa bertambah," pungkas Solihin.