Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Januari 2025 | 02.17 WIB

Banjir Sedalam Semeter di Tengger Raya, Warga Sebut Tembok Kali Dibangun Malah Tambah Parah

Banjir sedalam 1 meter di kawasan Tengger Raya, Surabaya, Sabtu (11/1). (istimewa) - Image

Banjir sedalam 1 meter di kawasan Tengger Raya, Surabaya, Sabtu (11/1). (istimewa)

JawaPos.com – Banjir besar melanda kawasan Tengger Raya, Surabaya, Sabtu (11/1). Warga terpaksa melakukan evakuasi mandiri ke rumah saudara tanpa adanya bantuan atau tindakan dari pemerintah kota.
 
Banjir sedalam 1 meter ini disebut-sebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir, menyebabkan kerugian besar dan menyulitkan warga dalam menyelamatkan barang-barang mereka.
 
Menurut Aldi, salah satu warga, pembangunan tembok kali yang diharapkan mampu menahan banjir justru memperparah keadaan. "Baru kali ini selama saya hidup di Surabaya mengalami banjir seperti ini. Semenjak tembok kali dibangun, bukan menahan banjir, malah membuat air yang masuk ke dalam tidak bisa keluar," ungkapnya di Surabaya, Sabtu (11/1).
 
Aldi sendiri mengaku kehilangan sejumlah barang elektronik seperti kulkas dan dua mesin cuci akibat banjir yang datang secara tiba-tiba. "Air datang begitu cepat, kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang," tambahnya.
 
Masalah semakin diperparah dengan tidak berfungsinya pintu air di Tengger Raya. Yusuf, warga lainnya, menjelaskan bahwa pintu air tersebut seharusnya mengarah ke kali di Banjarsugihan, tetapi kondisinya sudah rusak (doll).
 
"Pintu air ini tidak bisa dibuka, harus diperbaiki dulu oleh warga. Kalau tidak, air tetap menggenang di sini," kata Yusuf.
 
Banjir yang mencapai kedalaman hingga satu meter memaksa warga mengevakuasi lansia dan balita ke tempat yang lebih aman. Hingga kini, tercatat satu lansia dan dua balita telah mengungsi ke rumah saudara.
 
Namun, yang menjadi sorotan warga adalah minimnya perhatian dari pemerintah kota. "Sampai sekarang belum ada bantuan atau tindakan dari pemkot. Kami hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk evakuasi," keluh Aldi.
 
Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki pintu air dan menyediakan bantuan kepada korban banjir. Selain itu, langkah pencegahan seperti evaluasi pembangunan tembok kali juga dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore