Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Desember 2024 | 03.12 WIB

Tim SAR Gabungan Gunakan Aqua Eye Cari Balita Hanyut di Surabaya

Tim SAR gabungan menggunakan Aqua eye mencari tubuh korban balita hanyut di sungai Kali Makmur, Wiyung, Surabaya, Kamis (26/12). (Basarnas Kantor SAR Surabaya/Antara) - Image

Tim SAR gabungan menggunakan Aqua eye mencari tubuh korban balita hanyut di sungai Kali Makmur, Wiyung, Surabaya, Kamis (26/12). (Basarnas Kantor SAR Surabaya/Antara)

JawaPos.com–Tim SAR gabungan menggunakan alat pemindai sonar bawah air atau aqua eye untuk menemukan tubuh korban balita berinisial MR, 3,5 yang terperosok di selokan dan terseret arus air di wilayah Wiyung, Surabaya.

Kasi Operasional Basarnas Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy mengatakan, aquaeye itu alat pemindai bawah air canggih yang menggunakan teknologi ultrasonik dan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi tubuh manusia di bawah air.

”Jadi alat itu untuk saat ini kami gunakan, tetapi belum membuahkan hasil,” ucap Didit seperti dilansir dari Antara, Kamis (26/12).

Pada hari pencarian ketiga, lanjut dia, alat tersebut digunakan untuk mencari tubuh korban di sungai wilayah sekitar SMPN 34 Surabaya. ”Sesuai informasi dari komandan tim, dipakai setelah jembatan SMPN 34. Besok akan kami ulangi lagi,” tutur Didit Arie Ristandy.

Didit menjelaskan, adapun hasil dalam operasi pencarian dengan alat aqua eye di wilayah tersebut menunjukkan tanda X di layar.

”Terlihat hanya simbol. Jadi ada simbol X sama simbol O. Kalau X itu benda keras atau bukan manusia, kalau O itu manusia. Dalam pencarian tadi laporannya X semua,” terang Didit Arie Ristandy.

Namun, kata dia, alat tersebut digunakan bergantian di beberapa lokasi karena Basarnas Kantor SAR Surabaya hanya memiliki satu alat aqua eye.

”Jadi posisinya kami ada dua lokasi pencarian. Pencarian di Surabaya sama di Mojokerto. Waktu hari kedua pencarian di Surabaya kemarin sempat dipakai di Mojokerto, jadi bergantian,” tutur Didit Arie Ristandy.

Dia berharap dengan adanya alat tersebut, apa yang dikehendaki keluarga korban dan warga sekitar rumahnya agar cepat ketemu bisa segera terwujud.

”Mudah-mudahan dengan bantuan alat itu untuk bisa memperkirakan posisi tubuh korban bisa menjadi lebih mudah dan segera ditemukan,” ucap Didit Arie Ristandy.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore